Sosialisasi PAKIS Bali dan Pelatihan Etika Berbusana Adat Bali

  • 03 Juni 2021
  • WITA

Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS)  Desa Adat MDA Provinsi Bali terus melakukan sosialisasi ke desa adat di Bali.  Dengan mengandeng LKP Salon Agung, sosialisasi juga diisi dengan  kegiatan  pelatihan etika busana adat Bali, pusung tagel,  tengkuluk lelunakan dan tata rias bagi krama istri desa adat Bali. Setelah desa Duda Selat Karangasem, kali ini Manggala Utama PAKIS Bali, Ny. Putri Suastini Koster menyapa masyarakat desa adat Kediri, Kabupaten Tabanan,  Rabu (2/6).

Dalam kata sambutannya, ia menegaskan, Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang desa adat telah memberikan ruang kepada krama istri. Ia mengatakan, selama ini krama istri sudah melakukan tugasnya dalam urusan pelestarian adat dan budaya,  namun sekarang lebih diperjelas dengan organisasi PAKIS Bali. 
 
"Di  wilayah desa dinas ada PKK, ketuanya adalah istri kepala desa, di wilayah desa adat ada PAKIS Bali. Ketuanya istri jero bendesa. Jadi hanya komandonya yang berbeda tapi yang menjalankan tugasnya adalah semua perempuan di wilayah desa baik dinas maupun adat," kata Putri Koster.

Ia berharap, PKK dan PAKIS Bali saling bersinergi satu sama lain, Segilik seguluk paras paros selunglung sebayantaka dalam menjalankan dharma agama dan dharma negara.

"Saya berharap, dalam setiap kegiatan di desa, bukan ego yang diangkat tapi kebersamaan. Semua guyup dan tidak mudah terpecah belah," ucap Putri Koster.

Ia menungkapkan, sebagai Manggala Utama PAKIS Bali, ia belum setahun dilantik,  jadi masih baru dan  perlu terus melakukan sosialisasi agar keberadaan  organisasi PAKIS Bali ini dikenal masyarakat.

“Sekarang kami gencar melakukan sosialisasi PAKIS Bali lewat media cetak, elektronik, media online, dan medsos. Selain itu juga turun ke masyarakat sekaligus berbagi. Target saya di saat berkeliling menyosialisasikan PAKIS Bali sekaligus menyapa warga desa adat. Sekalian saya menyerap aspirasi masyarakat," ujarnya.

Sementara untuk program PAKIS Bali, ia menyebutkan, tidak banyak, namun, programnya akan lebih menukik langsung. “Saat ini PAKIS Bali sedang membuat buku pedoman tentang apa itu PAKIS dan tujuan keberadaannya,” imbuhnya. 

Seniman multitalenta ini  menegaskan, PAKIS Bali mendukung program pemerintah dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Salah satunya, soal penanganan sampah di Bali. Ia mengajak,  krama istri adat ikut terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Bahwa sampah harus selesai di desa sendiri tanpa mengotori desa lain.

Dalam sosialisasi ini,  PAKIS Bali menggandeng LKP Salon Agung untuk pelatihan etika dan berbusana adat Bali.  Putri Koster berharap pelatihan ini dapat  dicermati dengan baik oleh para peserta sehingga saat mengikuti upacara sehari-hari tidak lagi kebingungan tidak bisa berias atau mesanggul. Terlebih para peserta nantinya dapat mengembangkan potensi diri dalam mendalami tata rias, sehingga dapat menjadi mata pencaharian mereka.
"Setelah pelatihan ini  kami harapkan  peserta dapat mengapalikasikan minimal untuk diri sendiri dan juga sebagai peluang membuka lapangan pekerjaan," tuturnya.
 
Sementara itu, Ketua MDA Tabanan Ida bagus Ardhana  mengucapkan terima kasih kepada Ny Putri Koster atas pelatihan yang diberikan.  Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bagus, mengingat ketika ada upacara agama banyak ibu-ibu yang kebingungan tidak bisa berhias atau mepusung tagel.Dengan adanya pelatihan tersebut, para ibu yang ada di Desa Kediri  dapat mandiri dalam bertata rias dan selanjutnya dapat menggetoktularkan kepada anak-anak ataupun para ibu-ibu yang ada di desa lain sehingga ilmu yang diperoleh dapat berkesinambungan. (ira)

Komentar