Sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Nasional Wilayah Bali Nusra

Kerja sama Bank Indonesia dan penandatanganan KAD intra Bali  menjaga stabilitas pangan (Foto: ira)


Redaksi9.com - Pengendalian inflasi harus dilakukan bersinergi dari  pusat sampai ke  daerah. Hal itu diungkapkan, Gubernur Bali Wayan Koster saat memberi sambutan dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Nasional  Wilayah Bali dan Nusra dengan tema "Dari Pekarangan Menuju Kestabilan Harga Pangan", Jumat (9/12) di Nusa Dua.

Gubernur Koster mengatakan,  beberapa gerakan telah dilakukan dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali, antara lain, peluncuran tanam cabai merdeka se-Bali, penandatanganan Kepala Daerah se-Provinsi Bali untuk  menjaga stabilitas pangan, serta  operasi pasar yang difokuskan  pada 7 pangan strategis.

Ia berharap, Badan Usaha Pangan dapat bekerja sama antara daerah. Ke depan, kata dia, TPID Bali terus bersinergi dengan pemangku kepentingan di Provinsi Bali.

Sementara, Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir Balaw, menyebutkan,  gerakan ini sangat bermanfaat dan komitmen dalam pengendalian inflasi.

Ia menilai, kenaikan harga pangan sangat menentukan inflasi. Sejak bulan September inflasi berkisar 5,95 persen, kemudian bulan Oktober  5,71 persen , dan bulan Nopember 5,42 persen.

"Dari kondisi ini, kita patut bersyukur dan menambah keyakinan kita mampu mengendalikan inflasi. Kita bisa mengalahkan harga beras, cabai, bawang, telur. dengan keyakinan ini membuat kita percaya diri semakin terus menekan inflasi ini. Masa depan Indonesia ditentukan dengan apa yang kita lakukan hari ini," ujarnya. Ia berharap, para kepala daerah dapat menentukan strategi yang terbaik untuk mengendalikan inflasi.

Deputi 3 Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto meminta,  untuk membangun semangat berrsama-sama mengendalikan inflasi khususnya mewujudkan ketahanan  pangan di Bali,  NTB, dan NTT.

Kondisi inflasi Indonesia yang berkisar 5,42 persen ini masih terkendali. Ia mengatakan, Badan Pangan Nasional mendukung gerakan Bank Indonesia untuk program tanam cabai agar   tercipta kestabilan pangan. "Langkah ini sangat  tepat dalam pengendalian inflasi," ujarrnya.

Ke depan, ia mengajak agar tata kelola pangan sinergi dari hulu ke hilir.  Menurutnya, kolaborasi ini  dapat mengendalikan inflasi dengan segera, agar  petani sejahtera, pedagang untung, masyarakat tersenyum, Indonesia berdaulat.

Sementara, Anggota DPR RI, I Gst. Agung Wirajaya memberi apresiasi pemprov Bali dalam menyeimbangkan inflasi. Kemudian, mendorong tranformasi ekonomi dengan mengedepankan pertanian, perikanan dan kelautan masuk dalam visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Ia mengajak, untuk menjaga inflasi dengan gotong royong. Tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat dan Bank Indonesia telah  terbukti dengan program cabai dalam pengendalian inflasi.

"Pengendalian inflasi tugas semua elemen masyarakat bukan hanya pemerintah. Mari membantu  ketahanan pangan mulai dari pekarangan masing-masing dengan gerakan tanam cabai ini," kata Wirajaya.

Sementara, Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, masalah pangan sekitar 70 persen menyetor  ke inflasi.Masalah pangan seperti  cabai, telur, bawang merah , itu adalah yang kita makan sehari-hari. tapi kita terus menghadapi masalah.   Ia menilai, tema dari pekarangan  menuju kestabilan harga, sangat unik.

"Menanam cabai sangat mudah sekali. Coba bayangkan kalau semua melakukan hal sama.  Gerakan ini langkah kongkrit tim pengendalian inflasi," kata Destry.

Dalam pengendalian inflasi, langkah kongkrit memang harus dilakukan sinergi baik itu  mulai dari pusat provinsi, kabupaten kota termasuk Bank Indonesia  dan lembaga lain. "Kita harus punya komitmen yang tinggi untuk bersama-sama dalam pengendalian inflasi pangan ini," ujarnya. (ira)

TAGS :

Komentar