Redaksi9.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Bali, mengadakan pasar murah menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.
Kepala Disperindag Kota Denpasar Nyoman Sri Utari di Denpasar, Rabu, mengatakan kegiatan pasar murah rutin menjelang hari besar keagamaan tersebut merupakan komitmen pemerintah kota kepada masyarakat agar mendapatkan harga sembako lebih murah dari harga pasar.
"Pasar murah ini telah dilaksanakan di setiap kecamatan agar masyarakat bisa berbelanja murah dengan barang yang berkualitas. Kami berharap masyarakat memanfaatkan pasar murah yang telah dilaksanakan pemerintah kota melalui TPID Kota Denpasar sehingga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan dapat tetap terjaga," ujarnya.
Keberadaan pasar murah diharapkan menjadi solusi masyarakat mendapatkan harga yang lebih murah dari harga di pasar. Disamping juga melalui pasar murah ini dapat membantu pemerintah dalam menstabilkan harga-harga bahan pokok menjelang peringatan hari raya.
"Harga murah yang ditawarkan juga merupakan suatu bentuk bagian dari kepedulian sosial (CSR) dan diharapkan melalui pasar murah yang digelar Pemkot bersama TPID dan Disperindag Kota Denpasar dapat membantu masyarakat mendapatkan harga lebih murah dari pasar dan juga membantu menstabilkan harga serta mencegah terjadinya inflasi menjelang hari raya," katanya.
Kegiatan pasar murah tersebut, sejak pagi hari tampak masyarakat silih berganti untuk membeli komoditas di pasar tersebut. Sejumlah komoditas utama kebutuhan sehari-hari yang ditawarkan ludes hanya dalam hitungan jam.
Operasi pasar murah kali ini untuk menstabilkan harga-harga bahan pokok menjelang peringatan hari raya Suci Galungan dan Kuningan. TPID serta Disperindag Kota Denpasar menggandeng, Pertamina, PPI, Bulog, dan distributor untuk penyediaan berbagai macam bahan makanan pokok.
Seorang warga Wayan Reni mengaku tidak tahu ada pasar murah dan informasi juga tidak ada. Pemkot hanya semacam tebar pesona saja kegiatan tersebut dilakukan.
"Saya dan warga juga tidak tahu menahu ada pasar murah kok. Hanya sebagian masyarakat yang tahu, sehingga warga tersebut membeli secara borongan. Dan tak menutup kemungkinan akan dijual lagi," katanya. (kis)