Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bank Sampah Wadhah Wangi Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Legian Kuta

Komunitas Peduli Lingkungan Bank Sampah Wadhah Wangi usai aksi bersih sampah di Pantai Legian Kuta, 5 Juni 2022 (Foto: ira)



Redaksi9.com - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bank Sampah Wadhah Wangi (BSWW) menggelar aksi bersih sampah di Pantai Legian Kuta, (5/6). Kegiatan diikuti para pengurus BSWW, dan nasabah dari 5 pos yakni Pos Penamparan, Pos Dalung, Pos Monang Maning, Pos Bali Arum dan Pos Kertha Rahaja.

Menurut ketua panitia aksi bersih pantai, Jossy Nathaniel, aksi bersih sampah ini dilakukan, selain untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, juga memperkenalkan keberadaan Bank Sampah Wadhah Wangi.

"Kebetulan di Hari Minggu sore biasanya ramai yang datang ke Pantai, sekalian kami ajak warga setempat yang kebetulan juga sedang berada di pantai untuk turutserta membersihkan sampah yang ada di pantai. Kebanyakan sampah yang kami pungut, botol bekas minuman, putung rokok, sampah plastik bungkus makanan, ranting dan dedaunan," kata Jossy.

 

Sementara, salah seorang pengurus yang juga pendiri dari Bank Sampah Wadhah Wangi, Anny Pratiwi menuturkan, didampingi Bank Sampah Induk Bali Wastu Lestari, Bank Sampah Wadhah Wangi didirikan enam lansia LGL (Lovely Garlatic Ladies) pada tanggal 25 April 2021 dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mau dan mampu mengelola sampah rumah tangganya menjadi uang. Bank Sampah Wadhah Wangi telah mengantongi SK Walikota Denpasar Nomor :188.45/ 1211/ HK / 2021

"Kami melakukan program edukasi mengikuti prinsip 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) dilakukan dengan cara sosialisasi pengenalan jenis-jenis sampah, bahaya sampah serta cara mengubahnya menjadi uang," ujar Pensiunan ASN Pemprov Bali ini.

Ia menuturkan, dengan berkolaborasi dengan dua pengusaha daur ulang yakni Bali Bersih dan Bali Waste Cycle dalam waktu setahun, meskipun terkendala  PPKM Covid 19, Bank Sampah Wadhah Wangi yang berpusat di Penamparan, telah berkembang menjadi 5 Pos Pelayanan yaitu: BSWW Pos Penamparan, Pos Dalung, Pos Monang-Maning, Pos Bali Arum, dan Pos Kertha Rahaja.

"Dalam waktu dua bulan kedepan akan bertambah dua lagi yakni Pos Ekklesia Tuban dan Pos Nusa Dua," kata Anny.

 


 

Ia menguraikan, struktur organisasi BSWW terdiri dari Pusat yang terdiri dari Penanggung Jawab, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Penilai dan Penimbang) dan Pos. Di setiap Pos BSWW dilayani oleh 4 atau 5 pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Penilai, Penimbang dan anggota.

Sementara untuk mekanisme kerja BSWW, kata Anny, sampah yang sudah dipilah di rumah kemudian dibawa ke bank sampah, dinilai, ditimbang, dicatat, dan dimasukkan dalam buku tabungan. Pelayanan BSWW dilakukan setiap bulan di pos masing-masing.

"Saat ini Nasabah BSWW sebanyak 112 orang yang secara rutin menabung sampahnya. Penambahan nasabah baru selalu ada pada setiap pembukaan pelayanan BSWW," tutur Anny.

Ia menyebutkan, jumlah tabungan seluruh nasabah yang terkumpul hingga saat ini, Juni 2022, sudah mencapai sekitar Rp 12 juta yang diperoleh dari tabungan sekitar 8 ton sampah unorganik seperti plastik, kertas, dan kardus, logam, kaca, dan lainnya.

Anny berharap, makin banyak masyarakat memahami bahaya sampah bagi lingkungan, sehingga lingkungan hidup manusia juga akan makin bersih dan manusia akan terhindar dari berbagai macam penyakit mematikan yang tidak pernah terduga.

"Adanya sangsi tegas bagi masyarakat yang tidak peduli dengan sampah yang dihasilkannya sendiri. Slogan SAMTAKU (SAMPAH TANGGUNG JAWABKU) harus terus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak," imbuhnya.

Ia menambahkan, BSWW dengan segala keterbatasannya siap melayani masyarakat luas di Kota Denpasar serta tiga kabupaten Badung, Gianyar dan Klungkung.

 Kadek Sari dari Dalung menuturkan, sangat tertarik dengan keberadaaan bank sampah tersebut. Selain mendapatkan manfaat dari hasil penjualan sampah plastik, ia dapat bersosialisasi dengan para komunitas, seperti kegiatan aksi bersih pantai hari ini.

Hal yang sama juga disampaikan, Sonya yang ikut bergabung dalam bersih aksi sampah di pantai Legian tersebut. Walaupun ia belum bergabung sebagai nasabah, tapi ia mengatakan sangat tertarik. "Kebetulan saya baru tahu informasinya dari teman pengurus. Ke depannya, pasti saya tertarik bergabung karena kebersihan lingkungan merupakan tangungjawab kita bersama," kata Sonya. (ira)

TAGS :

Komentar