Sebelum Tanam Mangrove, Sekjen Hasto Kristiyanto Doakan Ketum PDI P Megawati Soekarnoputri

Sekjen DPD PDI P, Hasto Kristiyanto

Redaksi9.com - Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPD PDI P Provinsi Bali Wayan Koster melakukan penanaman mangrove di Pantai Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (23/1).

Hasto mengatakan hari ini bertepatan dengan HUT Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang merupakan Putri Bung Karno dan Presiden Ke-5 Republik Indonesia.

“Kita doakan beliau, agar Ibu Megawati Soekarnoputri terus diberikan karunia kesehatan, umur panjang, dan juga kepemimpinannya terus menginspirasi Kita, termasuk apa yang Kita lakukan pagi ini penuh dengan semangat,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebelum penanaman mangrove dimulai.

Dalam pidatonya, Hasto Kristiyanto menegaskan, Megawati Soekarnoputri dalam merawat pertiwi, di dalam mencintai lingkungan hidup, di dalam menjabarkan konsepsi Tri Hita Karana sangatlah serius, karena disana ada makna manusia akan bahagia dalam keseimbangan dengan Sang Pencipta hingga seluruh isi alam raya-nya.

“Jadi dari Bali, Kita belajar merawat pertiwi. Dari Bali, Kita pula belajar bagaimana pohon-pohon itu dirawat, yang mana Kita punya tradisi leluhur, ketika Kita mau memotong pohon pun, itu ada upacaranya. Karena menghilangkan satu pohon, sama dengan menghilangkan sumber oksigen. Maka keseimbangan pemahaman terhadap lingkungan yang digelorakan oleh PDI Perjuangan telah menjadi kultur partai, karena Bung Karno serta Ibu Megawati Soekarnoputri juga memiliki jiwa mencintai tanaman,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pernah jalan dan ditunjukkan Megawati Soekarnoputri tentang tanaman kesukaannya, yang mana tiba-tiba tanaman kesukaan beliau dahannya patah, lalu apa yang dilakukan oleh Ibu Mega? Demi rasa cintanya, beliau sepertinya berdialog dengan tanaman itu dan mencari semacam gips untuk menyambung dahan tanaman yang patah tersebut. Kemudian diikat, diberikan gips, sehingga tanaman ini bisa tersambung kembali.

Hasto Kristiyanto juga menceritakan Megawati Soekarnoputri sangat peduli dengan laut. "Ketika ada botol air minum kemasan tidak terpakai, Ibu Mega memanfaatkannya untuk pembenihan pohon, alasannya karena Ibu Mega tidak ingin laut sebagai tempat pembuangan sampah raksasa," tutur Hasto.

Karena itulah, kata dia, berpartai bukan sekedar mengejar kekuasaan, tetapi berpolitik membangun peradaban, termasuk bagaimana menjadi tradisi merawat lingkungan, membersihkan sungai, menyelamatkan mata air dengan penghijauan di hulu sungai.

“Itu wajib dilakukan oleh setiap kader partai. Bahkan begitu penting, bagaimana partai memiliki kultur untuk merawat pertiwi ini, maka tolak ukur setiap kader partai nantinya juga akan ditentukan oleh berapa banyak pohon yang ditanam oleh kader partai. Karena itulah seluruh Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Anggota Legislatif, Struktural Partai dari DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, hingga Satgas PDI Perjuangan.

Ia juga mengingatkan, Bupati Buleleng Agus Suradnyana untuk menjaga tanaman mangrove yang sudah ditanam.

"Jadi Pak Agus Suradnyana akan diukur dari prestasi dan kemampuannya untuk menjaga, agar mangrove yang Kita tanam pada hari ini betul-betul memiliki hak untuk hidup, dirawat, sehingga nantinya 20 tahun lagi Kita bisa melihat daerah-daerah sekitar ini menjadi hijau, karena Mangrove yang Kita pelopori tanam hari ini,” tegasnya. (ira)

TAGS :

Komentar