Ketua TP PKK Prov Bali: Pandemi Ajarkan Kita Lebih Kuat Hadapi Tantangan

Ny Putri Koster


Redaksi9.com - Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih kuat menghadapi setiap tantangan yang muncul. Diperlukan kreativitas dan inovasi untuk tetap mendapatkan mata pencaharian. Hal ini diungkapkan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, dalam Dialog Bahtera di TVRI Bali, dengan tema "Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19", Rabu (24/11).

"Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk berjuang melawan Covid-19, namun kita harus berani keluar dari zona nyaman. Apabila pariwisata belum bisa menjanjikan untuk pulih dalam waktu yang cepat, maka kita jangan berpangku tangan," kata Putri Koster.

Ia menilai, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) menjadi salah satu program yang sedang digalakkan kader PKK untuk dapat berinovasi mendatangkan penghasilan. Mulai dari mengasah kemampuan yang dimiliki dan kemudian menciptakan lapangan kerja baru bagi diri sendiri dan juga keluarga.

"Bukan hanya peningkatan pendapatan yang menjadi fokus dari program UP2K ini, melainkan penghematan pengeluaran yang harus dijaga sehingga terjadi penguatan ekonomi dalam sebuah keluarga," imbuhnya,

Menurutnya, adaptasi terhadap kondisi saat ini akan mengarah ke era digitalisasi. Dengan menjadi wirausaha yang mandiri dan memanfaatkan digitalisasi khususnya e_marketplace untuk melakukan promosi, diharapkan mampu menjadi berkah bagi keluarganya.

"Yang jauh lebih penting lagi, adalah kita semua berani untuk mencoba dan mengambil resiko, karena dengan keluar dari zona nyaman akan mengajarkan kita untuk menambah daya saing dalam berusaha. Namun perlu keberanian juga mengasah mental dengan cara berjualan di online dan menjaga kepercayaan para konsumen serta memelihara atau menanamkan kejujuran dalam diri," pesan seniman multitalenta ini.

"Digitalisasi menjadi platform ke depan, namun jangan sampai terjebak dan terjajah, kita harus siap untuk menguasai sistem digital di bidang teknologi dan informasi. Mari bersama kita hilangkan budaya gali lubang tutup lubang, terlebih terjebak dalam pinjaman online, tetap survive menghadapi setiap tantangan," kata Putri Koster.

Sementara, menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Sayu Ketut Sutrisna Dewi, istilah banting stir berkaitan erat dengan pasar, dimana mencapai target pasar baru dalam kondisi seperti saat ini menjadi tantangan bagi semua orang terlebih bagi mereka yang baru terjun ke dunia usaha) wirausaha. "Di masa sekarang, apapun bisa dilakukan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau masyarakat," saran Sutrisna Dewi.

Ia juga setuju, penghematan perlu dilakukan oleh semua pihak terdampak, khususnya bagi rumah tangga. "Di satu sisi melakukan peningkatan pendapatan namun juga penghematan terhadap pengeluaran keuangan menjadikan hal yang harus dilakukan terutama oleh para ibu rumah tangga yang berperan sebagai bendahara di rumah yang mengatur agar pemasukan yang ada bisa mencukupi kebutuhan hidup termasuk biaya sekolah anak-anaknya.

Sayu menilai, di masa pandemi ini kesiagaan harus ditingkatkan karena dibalik kemudahan pasti akan ada resiko lebih besar yang harus di tanggung. "Jangan sampai mereka terjebak dalam hutang dan berhutang lagi, mari pikiran sumber dana lain, dengan memanfaatkan keahlian diri yang dimiliki "memasak", menjarit pakaian, menekuni bidang jasa dll," ungkapnya lagi.

Ia menyebut, kalimat "the power of kepepet" bisa menjadi kekuatan terakhir yang membawa seseorang kepada sebuah perubahan. Maka kondisi seperti saat ini harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadikan momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

"Belajar dan mengikuti seminar online yang membuka peluang untuk dimanfaatkan oleh banyak pihak yang nantinya akan mengarahkan kita untuk melakukan action. Mari mulai dengan meningkatkan daya kreasi, cepat mengambil peluang dan bergerak ke depan serta memiliki kesiapan untuk bergerak cepat dan berubah perlu menjadi kunci serta pembelajaran yang dipegang saat ini. Mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan kita harus tetap fokus kepada solusi," kata Sayu.(ira).

TAGS :

Komentar