Fraksi Golkar: Perubahan RPJMD Provinsi Bali Tahun 2018-2023 Hendaknya Disesuakan dengan Target RPJMN

Made Suardana

Redaksi9.com - Terkait Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2018-2023; Fraksi Golkar DPRD Bali melakukan beberapa penegasan. 

"Perubahan RPJMD 2018-2023 yang dilakukan hendaknya menyesuaikan dengan target Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) serta mengingat situasi pandemi yang terjadi saat ini. Maka banyak perubahan rencana strategis dan target terkait pembangunan di Bali. Ada beberapa perubahan dalam target RPJMD Bali yang harus dilakukan, termasuk asumsi pertumbuhan ekonomi, asumsi pendapatan masyarakat, tingkat investasi, dan tingkat pengangguran," ujar I Made Suardana,saat membacakan pandangan umum Fraksi Golkar menyikapi Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, dalam rapat paripurna DPRD Bali, Senin (22/11). 

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional bertumbuh positif sejak kuartal II dan sampai dengan kuartal III tahun 2021 mencapai 3,51%. Beda halnya dengan pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal III tahun 2021 mengalami kontraksi -2,91% walaupun pada kuartal II tumbuh positif 2,88%. Kondisi tersebut membutuhkan perubahan strategi dan kebijakan di mana harus dilakukan percepatan pencairan bantuan sosial, stimulus ekonomi, hingga relaksasi kredit untuk pelaku ekonomi kecil dan menengah agar konsumsi masyarakat dapat didorong meningkat dan untuk mendorong peningkatan pengeluaran pemerintah, kebijakan penurunan bea masuk kendaraan bermotor dipertahankan. 

"Perlu didorong agar transfer pemerintah pusat tidak ditunda atau dikurangi, untuk mendorong bergeraknya sektor pariwisata dan usaha-usaha pendukungnya," ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan RPJMD Provinsi Bali Tahun 2018-2023 hendaknya dapat menjawab permasalahan dan isu strategis yang berkembang pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Khususnya terkait pada bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan pengangguran, investasi, pariwisata, sosial kemasyarakatan, serta infrastruktur yang berwawasan lingkungan.

"Perubahan RPJMD Provinsi Bali Tahun 2018-2023 hendaknya disertai penjabaran secara operasional beserta target-target kuantitatif pembangunan berlandaskan kearifan lokal Sad Kerthi, meliputi atma kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, jagat kerthi, dan jana kerthi. Filosofi dan kearifan lokal harus dikembangkan dan dijabarkan dalam strategi dan program agar tidak hanya bersifat kualitatif," kata Suardana. (ira)
 

TAGS :

Komentar