Terobosan BPR Kanti dalam Penguatan Lembaga Keuangan Menuju Bali Bangkit

Penandatangan kerjasama BPR Kanti dengan BRI Research Institut dan Lembaga Sertifikasi Profesi  Microfinance Indonesia (LSP MFI)


Redaksi9.com - Kebijakan Pemerintah berkaitan Program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Realokasi APBN/APBD, pada tataran implementasinya membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi strategi dan kebijakan lintas sektoral, antara lain Pemerintah Pusat-Daerah, Kementerian dan Lembaga, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Sektor Jasa Keuangan. Hal itu diungkapkan, Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, saat jumpa pers dengan awak media di sela-sela seminar internasional, Rabu (17/11) di Sanur. 

Ia mengatakan, BPR Pancakanti Sukawati  menyambut baik sinkronisasi strategi dan kebijakan lintas sektoral tersebut.  Dngan dukungan dari Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Strategic Stakeholders lainnya,  berinisiatif untuk menyelenggarakan “Seminar Internasional Penguatan Lembaga Keuangan Menuju Bali Bangkit di Era Digitalisasi Sektor Keuangan”

"Managemen BPR Kanti, sangat berkeyakinan pandemi Covid 19 akan semakin menurun pada level terendah yang pada akhirnya Indonesia dan dunia akan mampu mengatasinya,  khususnya  Provinsi Bali, dengan ciri khas kekuatan pengaruh budaya kekeluargaan yang kuat menjadi ciri khas kearifan lokal. PT.  BPR Kanti  yang bermakna Sahabat Sejati,  lebih dari sekedar arti persahabatan, juga ingin mengimplemantasikan dalam arti luas," kata Arya Amitaba.  

Kedepan BPR Kanti akan menjalin aliansi strategis dengan stakeholder lainnya, yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk meningkatkan sinergitas yang saling menguntungkan.  

Melalui penyelenggaraan seminar Internasional dengan tema: Penguatan Lembaga Keuangan Menuju Bali Bangkit  di Era Transformasi Digitalisasi Keuangan ini, diharapkan akan muncul gagasan-gagasan bersama untuk saling menguatkan dalam Kerjasama kelembagaan.  

Langkah selanjutnya dari Seminar Internasional ini berupa penandatangan kerjasama dengan BRI Research Institut,  Lembaga Sertifikasi Profesi  Microfinance Indonesia (LSP MFI) sebuah Lembaga sertifikasi yang melaksanakan sertifikasi kompetensi untuk Pengawas/Pengurus dan Pengelola lembaga keuangan mikro (BPR/KSP/LPD). Yayasan Lembaga Keuangan Indonesia (YLKI),  Lembaga Keuangan Indonesia Law Firm,  dan penandatanganan realisasi kerja sama lingkage program  Bank Mayapada Sebesar Rp50 miliar.  Selain itu BPR Kanti juga akan merintis Kerjasama dengan beberapa Lembaga Internasional (International NGO).

Menurutnya, Bali dengan masyarakat yang multikultural, warisan kekayaan budaya dan local wisdom atau kearifan lokalnya  merupakan modal sosial yang kuat yang perlu dikapitalisasikan dalam rangka mendukung Program Bali Bangkit.

Sementara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan apresiasi kepada BPR Kanti yang telah menyelenggarakan acara Seminar International tersebut.

Ia berharap,  kegiatan ini dapat menjadi momen refleksi dan komunikasi antara lembaga keuangan dengan stakeholders, dimana lembaga keuangan dapat menyampaikan tentang penguatan lembaga keuangan menuju Bali Bangkit di era transformasi digitalisasi keuangan.

 Wagub Cok Ace berharap BPR Kanti sebagai salah satu lembaga keuangan yang terus berperan membangun  sinergi bersama pemerintah daerah dalam menyongsong era baru Bali kemBALI, dimana ekonomi Bangkit telah tampak dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat. 

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menerangkan bahwa Sektor mikro kecil yang didalamnya terdapat Lembaga Keuangan seperti BPR dan Koperasi yang juga berdampak di tengah pandemi Covid-19. Penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Bali dalam hal Financial Assistance (Penyedia Modal Kerja), Liquidity Mismatch (Mengalami Kesulitan Likuiditas), Capacity Building (Peningkatan kompetensi SDM LKM) Teknologi Informasi dan lain sebagainya dalam rangka menyongsong era  baru BALI kemBALI, Bali Bangkit sangatlah penting disiapkan sedini mungkin agar kita semua dan Bali kemBali.

Dukungan penuh dari berbagai pihak kepada Bali sebagai bentuk wujud nyata dukungan untuk Bali kemBali. Penting bagi Lembaga Keuangan di Bali sebagai garda terdepan dalam mendukung pemulihan ekonomi Bali, Bali bangkit untuk menyusun langkah-langkah konkrit menyongsong ledakan Pertumbuhan Ekonomi Bali tersebut, sehingga apa yang dicapai Bali saat ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Untuk itu, ia mengajak, mari kita tingkatkan lagi sinergi yang sudah terjalin baik, sehingga terwujud krama Bali yang sejahtera.

Merujuk dari perkembangan Transformasi Digitalisasi Keuangan saat ini, ia menilai,  semua harus meningkatkan kemampuan diri melalui penguasaan teknologi informasi, disamping kita juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.  Ia menilai,  kebutuhan jasa keuangan dengan berbasis digital sangat mutlak, serta tak lupa untuk tetap memberikan dukungan kepada upaya pemberdayaan kekuatan ekonomi lokal dengan lembaga keuangan yang sehat serta siap dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni Untuk mewujudkan kehidupan krama Bali Yang sejahtera dan bahagia. (ira)

TAGS :

Komentar