Berlangsung Sebulan, Pameran Bali Bangkit Dibuka 15 September 2021

Ny. Putri Koster saat memimpin technical meeting peserta pameran Bali Bangkit

Redaksi9.com - Pameran Bali Bangkit  telah terbukti membantu perekonomian Bali yang terpuruk akibat  pandemi Covid-19. Pameran Bali Bangkit 2021 akan dibuka kembali tanggal 15 September 2021 mendatang dengan  pameran luring dan daring (melalui balimall.id) bertempat di Taman Budaya, Denpasar. Hal itu diungkapkan, Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Minggu (12/9), saat technical meeting bagi calon peserta pameran di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasaba, Kediaman Resmi Gubernur Bali.

Dalam pameran yang berlangsung satu bulan itu,  ada beberapa aturan tambahan yang ketat yang perlu dipatuhi para peserta. “Peserta pameran sudah harus divaksin dua kali dan harus mengunduh aplikasi pedulilindungi.id untuk menunjukkan barcode sudah divaksin,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pameran Bali Bangkit ini untuk membangkitkan perekonomian Bali saat dan paska pandemi Covid-19 dengan meningkatkan produktivitas para UMKM/IKM di Bali. Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pasar produk para perajin di dalam maupun luar daerah.

Dalam arahannya kepada para pelaku UMKM/IKM, pmeran dibagi menjadi dua sesi. Dekranasda Provinsi Bali telah menetapkan berbagai aturan bagi pelaku UMKM/IKM yang berpameran. “Hal-hal yang perlu diperhatikan seperti, tidak boleh memamerkan produk kerajinan tiruan songkek/endek serta berbagai jenis kerajinan dari alpaka,” tegasnya.

Ia  menegaskan hal tersebut penting ditetapkan. Sebagaimana telah dijalankan pada pameran-pameran sebelumnya. Hal in sebagai upaya  memuliakan warisan leluhur. “Tugas kita mempertahankan warisan leluhur yang sudah dibuat susah payah. Salah satunya dengan mempertahankan kualitas. Jangan malah kita sendiri yag merusaknya hanya karena terguir untung sesaat,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Putri Kosterjuga  mengungkapkan bahwa semenjak  diangkat menjadi Ketua Dekranasda, pihaknya terus berupaya memperjuangkan produk kerajinan agar bisa sejajar dengan berbagai produk mewah di pusat perbelanjaan. “Bayangkan, dulu barang kerajinan kita digelar begitu saja di pinggir mall. Saya tidak mau, lalu saya berjuang agar bisa di-display menyamai produk mewah di mall,” teragnya. Selain itu, ruang pameran juga sudah dibuat semakin banyak oleh Dekranasda. “Sekarang para pengerajin sudah bisa buka stand di mal-mal di seluruh Bali. Kami juga sudah membuat e-commerce yaitu BaliMall.id untuk pelaku UMKM/IKM memasarkan produknya secara online. Manfaatkan itu semua,” pesannya. (ira)

TAGS :

Komentar