Dewi Suyasa: Kaukus Perempuan Parlemen, Harapan Bagi Perjuangan Perempuan

Ketua KPP Provinsi Bali Diah Werdhi bersama Dewi Suyasa

Redaksi9.com - Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Provinsi Bali, IGA Dah Werdhi Srikandi melantik Ni Kadek Weisya Kusmia Dewi, sebagai Ketua KPP  Kabupaten Karangasem, Minggu (12/9) di Wisma Sabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.  Apa harapan dan program ke depan yang ingin  diperjuangkan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD  Kabupaten Karangasem ini. Berikut penuturan perempuan yang akrab disapa Dewi Suyasa ini.


Dewi Suyasa mengatakan, perempuan sebagai salah satu elemen masyarakat, faktor penting untuk menuju Indonesia Maju 2045. Sejumlah isu krusial di negeri ini sangat erat dan dekat dengan kehidupan perempuan. Isu lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan komunitas, pembangunan desa, hingga teknologi informasi, adalah sebagian kecil dari isu-isu penting di mana perempuan terlibat aktif dan partisipatif.  Tidak hanya itu, Ia menilai Perempuan Parlemen merupakan kelompok kepentingan yang berkiprah dan terjun langsung dalam isu-isu penting tersebut. 


 

 

Ia mengungkapkan, perjuangan perempuan untuk dapat duduk di kursi parlemen dan terlibat langsung dalam pembuatan keputusan tidaklah mudah. Sebab, mereka masih harus berjuang menghadapi stigma, dan kendala struktural maupun kultural sebagai perempuan. Selain itu, kiprah mereka juga diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik terhadap perlindungan dan kesejahteraan kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan.

"Perempuan dengan segala dinamikanya menghadapi tantangan tersendiri ketika akan terjun ke dunia politik. Hal ini penting untuk diapresiasi untuk terus memberikan semangat dan dukungan kepada perempuan agar terus terlibat aktif dalam pembangunan bangsa melalui politik," ungkapnya.  

Baca juga: Pelantikan KPP Kabupaten/Kota se-Bali, Sinergitas Perempuan Parlemen Perjuangkan Isu Perempuan

Sedangkan untuk sasaran pembangunan yang menjadi peran serta perempuan parlemen adalah turut bersinergi menanggulangi kemiskinan, mendorong kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dan anak. Dalam keterwakilan perempuan menjadi isu yang secara aktif harus diperjuangkan sehingga untuk mewujudkan sasaran tersebut perlu upaya yang sungguh-sungguh, kerja keras dan komitmen dari segenap komponen.

Dari segi aspek pemberdayaan terutama keterlibatan perempuan khususnya dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik mempunyai pengaruh untuk kepentingan perempuan dalam legislatif ataupun eksekutif. 

“Dengan upaya dan strategi yang dilakukan secara terus menerus dengan menempatkan perempuan sebagai subyek pembangunan, sekaligus menghilangkan faktor kendala yang dihadapi perempuan maka dapat diwujudkan keseteraan gender non diskriminasi bagi perempuan,” ujar istri Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Suyasa ini. 

Ia menilai, dalam masa  pandemic covid-19 ini, kesulitan ekonomi sangat dirasakan perempuan di Bali. Termasuk  beban perempuan bertambah  karena harus mendampingi anak-anak mereka belajar daring, begitu juga, kondisi pandemi telah mengakibatkan banyak yang kehilangan pekerjaan. Tentu KPP akan hadir untuk mendorong agar  perhatian pemerintah lebih ditngkatkan.  “Seperti yang disampaikan Ketua KPP Provinsi Bali, bahwa sinergitas perempuan parlemen untuk bersama-sama membangun Bali khususnya memperjuangkan isu perempuan," ujarnya. 

Ia menambahkan,  masalah kemiskinan juga menjadi fokusnya.  Dalam desakan ekonomi yang memprihatinkan kemungkinan akan dijadikan alasan anak-anak untuk kembali turun ke jalan dengan dalih menjajakan tisu. Tanpa memperdulikan kesehatan dan keselamatan mereka

"Setelah dikroscek, anak-anak ini berasal dari Karangasem. Hal itu sangat memprihatinkan. Saya bersama anggota dewan yang bergabung di KPP akan segera mendesak ketua komisi 4 untuk segera hearing dengan dinas sosial kabupaten Karangasem guna mendapat data akurat sekaligus bersama-sama mencari solusi untuk mencegah maupun melakukan upaya-upaya utk melakukan pendekatan secara konsisten," ujar Dewi Suyasa.

Ia menegaskan, masa depan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama, perlu kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat, orang tua untuk meyelesaikan masalah seperti ini.

"Selain itu, pastinya kami juga akan mengikuti agenda KPP Provinsi dan pusat," imbuhnya.


Kaukus Perempuan Parlemen Kabupaten Karangasem digawangi Kadek Weisya Kusmiadewi SH.,MKn  sebagai ketua, Sri Dewi Wahyuni SE. sebagai sekretaris dan Ni Putu Sriani sebagai bendahara. (ira).

(ira)
 

TAGS :

Komentar