BI Bali: Tahun 2021, Perekonomian Bali Nusra Diperkirakan Tumbuh Positif 2,8 Persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho

Redaksi9.com - Pada tahun 2019, pariwisata diperkirakan berkontribusi sebesar 52% pada ekonomi (PDRB) Bali. Kontribusi sektor pariwisata ini tidak terlepas dari penerimaan devisa pariwisata yang pada tahun 2019   yang menurun   secara   signifikan (-82%) menjadi pada tahun 2020.

Hal itu diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dalam webinar Tranaformasi Ekonomi Bali dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah, Rabu (9/6).

"Penurunan penerimaan devisa pariwisata ini akibat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dari sekitar 6,28 juta wisman tahun 2019 menjadi hanya 1,05 juta wisman tahun 2020," kata Trisno.

Pelajaran berharga dari kondisi tersebut adalah bahwa perekonomian yang terlalu bergantung pada satu sektor, menjadikan kinerja perekonomian sangat rentan terhadap goncangan.

"Kami sampaikan apresiasi kepada Bapak Gubernur (pemerintah daerah dan pelaku usaha di BaliNusra) yang terus mencari berbagai terobosan dan upaya untuk membangkitkan ekonominya," kata Trisno.

Ia mengakui, berbagai pihak bekerja sama dan berkolaborasi mencari solusi dari permasalahan ini,  diperlukan sumber pertumbuhan baru (new growth engine) untuk menopang pertumbuhan yang sustainable dan resilience, antara lain melalui digitalisasi sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan sektor pendidikan.

Meskipun mengalami perbaikan, lanjut Trisno, perekonomian wilayah Balinusra masih mengalami kontraksi terdalam dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia.

Pada triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -5,16% (yoy), sementara perekonomian nasional hanya terkontraksi sebesar -0,74% (yoy).

Kondisi ini mendorong para pemangku kepentingan, pelaku usaha, didukung oleh Bank Indonesia untuk mencari terobosan agar Wilayah Balinusra dapat tumbuh kembali sejajar dengan wilayah lain di Indonesia.

"Kami mengkaji pemulihan berbeda antar provinsi di Balinusra. Pada triwulan I 2021, Bali dan NTB masih terkonstraksi masing-masing -9,85% dan -1,13% (yoy) sedangkan NTT sudah mulai tumbuh positif 0,12% (yoy)," ungkapnya.

Ia menyebut, masih terkontraksinya ekonomi Bali disebabkan oleh masih berlangsungnya penyebaran Covid-19 yang menyebabkan sejumlah negara masih melakukan kebijakan travel restriction, termasuk Indonesia, selanjutnya berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.

Sementara NTB terkontraksi seiring dengan perlambatan target produksi konsentrat akibat penurunan kandungan logam yang dibarengi dengan penurunan permintaan domestic. 

Di sisi lain, NTT dapat tumbuh didukung oleh sektor pertanian yang meningkat sebesar 8,32% (yoy). Peningkatan sektor ini didorong oleh pelaksanaan program pemerintah seperti Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Pembangunan Lumbung Pangan, dan didukung pembangunan infrastruktur pertanian.

Ia mengatakan, ke depan, prospek perbaikan kinerja ekonomi Balinusra 2021 diperkirakan dalam tren meningkat seiring pelaksanaan vaksinasi yang mendorong confident to travel dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.

Sementara itu, kata Trisno,kinerja ekspor barang diprakirakan juga akan terdorong oleh penambahan kapasitas penambangan dan seiring dengan meningkatnya kuota ekspor tembaga serta kenaikan eskpor kerajinan dan produk2 pertanian ke LN.

"Dengan perbaikan di awal tahun 2021 tersebut, untuk keseluruhan tahun 2021 perekonomian Balinusra diprakirakan tumbuh positif sekitar 2,8 – 3,8% (yoy)," imbuhnya.

Secara perlahan, ekonomi Balinusra diamati sudah mulai mengalami pergeseran dari sektor primer kepada sektor sekunder selama 10 tahun terakhir.

Pada tahun 2010 sektor primer pangsa 32,37% (terbesar Lapangan Usaha Pertanian) sementara sektor sekunder pangsa 14,14% (terbesar LU Konstruksi), pada tahun 2020 sektor primer pangsa 25,89% (LU Pertanian) sementara sektor sekunder pangsa 15,33% (LU Perdagangan).

Adapun bentuk transformasi ekonomi dapat terjadi secara struktural (between sectors) maupun secara sektoral (within sector). (ira).

TAGS :

Komentar