Kampanye Tas Ramah Lingkungan di Pasar Sindhu

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari bersama Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat membagikan tas ramah lingkungan kepada pedagang dan pengunjung Pasar Sindhu Sanur.

Redaksi9.com -  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar membagikan tas ramah lingkungan kepada pedagang dan pengunjung Pasar Sindhu Sanur Kecamatan Denpasar Selatan Sabtu (5/6). Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di dampingi Istri Wakil Walikota Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa

Dalam kesempatan tersebut Sagung Antari mengatakan, posisi Pasar Sindhu  yang berada di daerah  objek pariwisata  di Kota Denpasar, sehingga pasar ini harus ramah lingkungan. Untuk menciptakan pasar yang ramah lingkungan, maka penggunaan kantong plastik harus dikurangi, sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 36 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. 

Pembagian tas ramah lingkungan kepada pengunjung dan pedagang Pasar Sindhu adalah kegiatan yang sangat tepat dalam upaya mengurangi penggunaan tas plastik sekali pakai.  "Jika  pengunjung dan pedagang Pasar Sindhu telah menggunakan tas ramah lingkungan maka akan tercipta kondisi ramah lingkungan, sekaligus  membantu program Pemerintah Kota Denpasar dalam mengurangi sampah plastik," ungkap Sagung Antari

Lebih lanjut Sagung Antari menjelaskan, sampah plastik  tidak baik untuk lingkungan, karena  sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah tentunya mencemari lingkungan. "Jika saat bahan kimianya meresap ke tanah dan berinteraksi dengan air, kualitas air akan ikut tercemar. Tanah akan terkontaminasi bahan kimia sehingga air tanah juga rentan mengandung racun berbahaya," katanya.

Kadis DLHK Kota Denpasar IB Putra Wirabawa menambahkan, kegiatan ini  dalam upaya pengembangan Pasar Sindhu yang ramah lingkungan  serta mengoptimalkan Peraturan Walikota Nomor 36 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.  Mengingat Pasar Sindhu merupakan pasar percontohan ramah lingkungan. Selain itu pasar ini juga berada di objek pariwisata Kota Denpasar. 

Dalam mendukung pasar ramah lingkungan DLHK Kota Denpasar bersama Ketua Tim Penggerak PKK juga mengedukasi masyarakat agar bisa memilah sampah serta membuat lubang biopori di setiap rumah. Karena selain menyerap air hujan,  lubang biopori juga bisa menampung sampah organik dari rumah tangga. Sehingga sampah yang keluarga dari rumah sangat minim.

Pengelola Pasar Sindhu I Made Sudarta mengatakan,  sangat mendukung program ini karena sampah plastik sangat susah  di daur ulang. Untuk menciptakan pasar yang ramah lingkungan pihaknya berjanji akan terus memberikan edukasi  kepada pedagang maupun pengunjung  agar selalu menggunakan tas ramah lingkungan. (kis)


 

TAGS :

Komentar