Work From Bali Harapan bagi Pariwisata Bali

CHSE sudah diterapkan di tempat wisata di Bali

Redaksi9.com – Work From Bali merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkantor di Bali, menegaskan  tidak hanya ASN, pihak swasta juga diarahkan untuk dapat menggelar kegiatan atau pertemuan di daerah termasuk Bali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. 

Sandiaga Uno mengatakan, "Work From Bali" diperkirakan dapat meningkatkan angka keterhunian hotel hingga 30 persen. "(Work from Bali) Ini juga memberikan multiplier effect kepada produk-produk ekonomi kreatif dan UMKM seperti kuliner, suvenir maupun fesyen dan juga kegiatan ekonomi rakyat lainnya hingga 70 persen," kata Sandiaga.


Kemenparekraf/Baparekraf sendiri telah melaksanakan kegiatan "work from Bali" sejak kuartal pertama 2021. Menurutnya, work from Bali bisa menjadi langkah yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Diharapkan dapat membantu masyarakat Bali yang mayoritas menggantungkan lapangan kerjanya di sektor ini.


Sementara, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendukung rencana Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tujuh Kementerian untuk bekerja dari Bali (work from Bali). Hal ini dikemukakan Giri Prasta di sela sela acara penandatanganan MOU antara pemerintah kabupaten Badung dengan ombudsman RI perwakilan Bali di Denpasar, Jumat (4/6). 


Menurut Bupati Giri Prasta kebijakan work from Bali berpengaruh besar terhadap industri pariwisata, karena program ini memiliki efek berganda bagi masyarakat di Badung pada khususnya dan Bali pada umumnya. "80% PAD (pendapatan asli daerah) Badung berasal dari pajak hotel dan restoran untuk itu kami mendukung pertumbuhan pariwisata domestik," ujarnya.


Sebagai upaya mendukung bangkitnya sektor wisata di Bali, Bupati Giri Prasta menyebut Pemerintah Kabupaten Badung sangat gencar dalam melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat guna memperluas cakupan zona hijau di wilayahnya.  "Saat ini ada 283.000 masyarakat Badung yang sudah divaksin dan kita juga sudah mendapatkan 50.000 tambahan vaksin, kami rasa akhir bulan ini akan tuntas untuk semua wilayah," ucapnya.


Ia menegaskan, setiap zona di Kabupaten Badung sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Ia  juga memastikan semua akomodasi wisata yang ada di Badung mematuhi protokol Cleanliness Health, Safety, and Environmental Sustainability atau CHSE. 


"Inilah kekuatan jaminan zona hijau untuk pemulihan pariwisata sebagai bentuk kesiapan Badung dalam menyambut wacana pemerintah pusat membuka pariwisata internasional pada Juli 2021 melalui skema travel Bubble," jelas Giri Prasta.


Ketua Umum DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Provinsi Bali, IGA Inda Trimafo Yudha mengatakan sejak pandemi Covid-19, semua sektor usaha di Pulau Dewata mengalami keterpurukan luar biasa dan angka pengangguran tenaga kerja semakin meningkat.


"Bali memang sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19, karena andalan ekonomi masyarakat setempat pada sektor pariwisata. Dengan kondisi ini semuanya mengalami kemunduran. Tapi dengan ada gagasan untuk program 'Work from Bali' dari pemerintah pusat. Kami berharap sektor pariwisata kembali bangkit," kata Inda Trimafo.

Ia mengatakan gagasan yang disampaikan pemerintah pusat merupakan angin segar untuk sektor pariwisata. Namun gagasan tersebut diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata Pulau Dewata.

'Kami berharap ini langkah tepat yang dilakukan pemerintah pusat untuk membangkitkan sektor pariwisata dari Bali. Sehingga ke depannya juga wisata daerah lain dapat himbasnya agar perekonomian secara nasional kembali bangkit," ucap Inda Trimafo yang juga anggota DPRD Kabupaten Badung.
Menurut dia, jika program "Work from Bali" semua kegiatannya dilakukan di Pulau Dewata agar dilakukan secara merata di kabupaten dan kota. Tidak hanya tempatnya fokus di Badung dan Denpasar. Tetapi berharap agar merata di seluruh Bali.


"Sektor pariwisata di topang seluruh Bali, karena obyek-obyek wisata tersebar di seluruh daerah kabupaten dan kota, karena itu kami harapkan sebaran program pemerintah pusat agar merata,"  ucapnya.


Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan,  kunjungan sejumlah menteri ini menjadi angin segar bagi pariwisata Bali, khususnya dalam menggenjot pasar domestik. Masih terkait dengan upaya pemulihan pariwisata Bali, Kemenko Maritim dan Investasi juga mengagas program Work From Bali. Kendati belum signifikan berpengaruh pada tingkat hunian kamar hotel di Bali yang jumlahnya mencapai 150 ribu, menurutnya upaya ini patut diapresiasi.


“Paling tidak, kita menunjukkan kepada wisatawan bahwa Bali masih nyaman untuk dikunjungi. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan wisatawan, khususnya domestik,” imbuhnya. 


Ia juga mengajak Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) se-Indonesia bersinergi dalam upaya pemulihan pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. 


Mencermati trend pandemi di sejumlah negara yang masih fluktuatif, Wagub Cok Ace mendorong pelaku pariwisata lebih optimal menggarap pasar domestik. Merujuk pada data, ia memberi gambaran tentang besarnya potensi wisdom. Disebutkan olehnya, setiap tahunnya tercatat 11 hingga 12 juta orang Indonesia berwisata ke luar negeri.  “Kalau setengahnya saja bisa kita garap, ini akan berdampak positif bagi pemulihan sektor pariwisata,” tambahnya.


Untuk itu, ia mengajak BPPD se-Indonesia bersatu membuat terobosan dalam menggarap wisdom. Langkah ini sangat penting agar sektor pariwisata tak makin terpuruk. “Kita jaga optimisme pelaku pariwisata, semangat mereka tak boleh padam. Jika semangat mereka sampai padam, akan terjadi kerusakan permenan yang akan sangat sulit diperbaiki,” kata Cok Ace. (ira)


 

TAGS :

Komentar