Putri Koster Beri Pembekalan Peserta IKM Bali Bangkit III, Tekankan Produk Berkualitas

Ny. Putri Koster sedang meninjau stan pameran

Redaksi9.com - Setelah sukses menggelar Pameran Bali Bangkit dua kali berturut-turut dengan mendapat respon positif  dan apresiasi dari berbagai kalangan, Dekranasda Provinsi Bali kembali menggelar Pameran IKM Bali Bangkit III yang dilaksanakan serangkaian  Pesta Kesenian Bali ke XLIII.  Sebanyak 96 IKM dari kabupaten/kota se-Bali  telah lulus kurasi yang dilakukan langsung  Dekranasda Provinsi Bali yang akan menggelar pameran yang rencananya mulai pada tanggal 5 Juni mendatang.

Untuk itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny.Putri Koster  didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta  memberikan pembekalan teknis terkait penyelenggaraan pameran kepada para IKM terpilih di Gedung Ksiraarnawa,Taman Budaya, Denpasar, Rabu (2/6). 

Putri Koster berharap para pelaku IKM bisa menampilkan produk-produk asli dan berkualitas. Perajin diingatkan agar tidak sekedar mengejar keuntungan  dengan mengabaikan kualitas. Apalagi hingga menjual produk tiruan yang jauh berbeda dengan apa yang diwariskan para leluhur. 

"Kita di sini berpameran, orientasi utama kita bukan mencari keuntungan sebesar-besarnya, tetapi  memperkenalkan produk kita ke masyarakat. Jaga kualitas produk kita, jangan mengemplang harga, beri harga yang sewajarnya kepada konsumen," tegasnya mengingatkan.

Ia pun  juga meminta agar para pelaku IKM dalam berpameran selalu mengindahkan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan panitia. Termasuk di antaranya tidak menjual produk seperti alpaka untuk logam, produk tiruan songket ataupun kain endek yang diproduksi pabrik. 

Putri Koster juga mengajak para pelaku IKM untuk berlaku jujur dalam berdagang dalam artian mencari keuntungan yang sewajarnya dengan menghitung seksama jumlah biaya produksi dan keuntungan yang diinginkan. Dengan demikian, para pembeli akan merasa puas karena membeli produk dengan harga serta kualitas yang sewajarnya. 

"Saya minta semua barang yang dipamerkan harus mencantumkan harga, beri penjelasan yang jujur kepada pembeli tentang produk yang kita miliki. IKM bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan apa yang diwariskan nenek moyang, bukan hanya berjualan dan mencari untung yang besar.  Mari kita bersama-sama menjadi kuat dan bangkit di masa pandemi dan kedepannya bisa menjadi tuan di rumah sendiri melalui karya yang kita hasilkan," pesannya. 

 Putri Koster mengajak agar pelaku IKM sudah mulai masuk dan memasarkan produknya melalui platform digital yang salah satunya melalui Balimall. Di samping itu, untuk transaksi para peserta pameran secara  keseluruhan sudah menyediakan pembayaran dengan menggunakan aplikasi QRIS dari BPD Bali.(ira)

TAGS :

Komentar