Pemanfaatan Kulit Bawang Merah Jadi Pupuk Organik Pengendali Hama

Kulit bawang merah jadi pupuk organik pengendali hama (Foto: I PUtu Hendry Sumardiana)

Redaksi9.com - Bawang merah merupakan tanaman komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, namun limbah bawang merah baik yang berupa daun maupun kulitnya yang kering dapat pula mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Pada umumnya kulit bawang sering kita kenal sebagai sampah yang sering kita jumpai, padahal kandungan nutrisi pada kulit bawang merah dapat kita manfaatkan menjadi pupuk yang bagus untuk tanaman. Kulit bawang merah dapat kita manfaatkan menjadi pupuk organik cair yang berguna untuk
meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Kulit bawang merah mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta beberapa unsur mikro yang bermanfaat bagi tanaman.

Pupuk organik cair dari kulit bawang merah ini mengandung nutrisi alami yang akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat. Menggunakan kulit bawang merah sebagai bahan baku untuk pupuk organik cair juga membantu mengurangi limbah makanan. Ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah organik di tempat pembuangan sampah.

Baca juga: Cruise Jumbo Panjang 317 Meter dan Lebar 37 Meter Berhasil Sandar di Pelabuhan Benoa

Mukhlis, dalam artikelnya yang berjudul Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh tanaman menyatakan tanaman atau tumbuhan memerlukan 2 (dua) jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Dua jenis unsur hara tersebut disebut Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Artinya kulit bawang merah ini mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman atau pun tumbuhan yang kita tanam, untuk unsur hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium sering kita jumpai di pupuk anorganik yaitu pupuk NPK. Nah selain unsur hara tersebut di dalam kulit bawang juga mengandung flavonol dari golongan flavonoid yang mempunyai sifat antioksidan, isoflavon, kateksin, dan kalkon, Magnesium (Mg), Fosfor (P), dan Besi serta senyawa lain seperti polifenol, saponin, terpenoid dan alkaloid sehingga berpotensi untuk dijadikan pupuk organik cair.

Selain itu, kulit bawang merah juga berperan sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) karena mengandung hormon pertumbuhan yaitu auksin dan giberelin yang dapat mempercepat pertumbuhan akar.

Pemanfaatan sampah kulit bawang ini merupakan salah satu implementasi dari upaya pengelolaan sampah berbasis sumber. Berbasis sumber karena selama ini kulit bawang merah merupakan salah satu sumber sampah rumahan yang sering diabaikan begitu saja.pemanfaatan
kulit bawang merah ini setidaknya membantu memanfaatkan sampah sisa sehingga tidak terbuang sia-sia.

Proses pembuatan pupuk organik cair dari kulit bawang merah memerlukan pemahaman tentang teknik kompos dan fermentasi. Selain itu, pastikan untuk menghindari penggunaan bawang yang sudah terkontaminasi pestisida atau bahan kimia lainnya, karena hal ini dapat mengganggu kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Namun, perlu diingat bahwa pembuatan pupuk cair dari kulit bawang merah memerlukan waktu, usaha, dan pengetahuan yang diperlukan untuk memastikan kualitas pupuk yang dihasilkan.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrim Awal Musim Penghujan

Pembuatan pupuk cair dari kulit bawang merah adalah cara yang baik untuk memanfaatkan sisa- sisa dapur dan limbah organik untuk memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan pupuk organik cair dari kulit bawang merah yaitu Simpan kulit bawang merah yang telah Anda kumpulkan dari dapur. Anda dapat mengumpulkannya dalam wadah terpisah.

Setelah itu Masukkan kulit bawang merah yang telah Anda kumpulkan ke dalam wadah besar atau ember. Kemudian, tambahkan air ke dalam ember dengan perbandingan sekitar 1 liter air untuk setiap 100 gram kulit bawang merah. Anda bisa menyesuaikan perbandingan ini sesuai
kebutuhan. Biarkan kulit bawang merah merendam dalam air selama beberapa hari (biasanya 3-4 hari) atau sampai Anda melihat tanda-tanda perubahan warna air.

Baca juga: Satu Dekade Kiprah Merry Riana di Dunia Pendidikan

Setelah kulit bawang merah telah merendam dalam air, saring cairan dengan menggunakan saringan kain atau kain kasa. Saringan ini akan membantu Anda memisahkan air yang telah mengandung nutrisi dari sisa-sisa kulit bawang. Simpan pupuk cair yang telah Anda saring dalam botol atau wadah yang tertutup rapat. Pupuk ini dapat disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa minggu.

Pupuk cair ini dapat digunakan untuk menyiram tanaman Anda. Anda bisa mencampurkannya dengan air sesuai petunjuk penggunaan pada tanaman yang berbeda. Namun, perlu diingat bahwa dalam pembuatan pupuk organik cair dari kulit bawang merah, proses fermentasi dan penguraian bahan organik harus dilakukan dengan benar agar hasilnya efektif dan aman digunakan.

Selain itu, perlu ada pengujian dan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa pupuk organik cair ini memberikan manfaat yang diharapkan bagi tanaman dan lingkungan.

Selain sebagai pupuk yang dapat membantu dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk ini dapat membantu tanaman mengembangkan sistem pertahanan yang lebih kuat. Karena bentuknya yang cair pupuk dari Kulit bawang merah dapat digunakan sebagai pengendali hama alami dalam berkebun. Kulit bawang merah mengandung senyawa-senyawa yang dapat
membantu mengusir beberapa jenis hama tanaman.

Baca juga: Tambah Konektivitas, Bandara I Gusti Ngurah Rai Resmi Layani Penerbangan ke Bandara Kertajati PP

Beberapa senyawa yang terdapat dalam kulit bawang merah, seperti allicin, memiliki sifat pengusir hama alami. Anda dapat menggunakannya sebagai bahan tambahan dalam campuran pestisida alami atau ramuan penyemprotan untuk mengendalikan serangga dan hama di kebun
Anda.

Selain digunakan dalam campuran pestisida alami, kulit bawang merah juga dapat ditempatkan di sekitar tanaman untuk mengusir hama. Aromayang dihasilkan oleh kulit bawang merah bisa mengganggu serangga dan hama, membantu melindungi tanaman Anda. Jadi kulit bawang merah ini memiliki dua peran sekaligus selain sebagai pupuk organik cair fermentasi dari kulit bawang ini juga bisa menjadi pengendali hama tanaman.

Namun meski demikian perlu diingat bahwa penggunaan kulit bawang merah mungkin tidak efektif untuk semua jenis hama. Berbagai serangga dan hama memiliki preferensi yang berbeda.

Oleh karena itu, metode ini mungkin hanya efektif terhadap sebagian kecil hama. Dan juga penggunaan kulit bawang merah sebagai pengendali hama mungkin memerlukan waktu dan perhatian yang lebih banyak daripada pestisida kimia komersial.

Penggunaan kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair dan sebagai pengendali hama alami ini sudah cukupl populer kalangan petani, hanya saja tidak begitu banyak petani yang mengaplikasikannya di lahan yang mereka miliki. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal dari sulitnya mencari kulit bawang merah dalam jumlah yang banyak dan lain-lain. Namun meski pun demkian ada juga petani yang menggambil keuntungan ini dalam sekala kecil contohnya bercocok tanam dalam pot mau pun polibag. Sudah banyak pula sumber-sumber dari berbagai sosial media yang membuat edukasi tentang cara pembuatan dan pemanfaatan kulit bawang merah baik sebagai pupuk organik cair maupun sebagai pengendali hama alalmi tetapi hanya dalam skala yang kecil saja.

Penulis:
I Putu Hendry Sumardiana
Akademis prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

TAGS :

Komentar