FGD Satgas Stunting BKKBN Provinsi Bali dengan MDA Bali, Upaya Percepatan Penurunan Stunting Dari Hulu

FGD Satgas Stunting BKKBN Provinsi Bali dengan MDA Bali, Rabu (24/5). Foto: ayu


Redaksi9.com - Stunting merupakan program Nasional yang harus ditangani dengan serius oleh berbagai sektor.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ditandai dengan panjang/tinggi badan  anakdibawah standar, disebabkan oleh kurang Gizi Kronis (dalam jangka panjang ) dan penyakit infeksi yang berulang. Hasil survey (SSGI ) tahun 2022,

Prevalensi stunting Nasional  adalah 21,6% dan Prevalensi stunting Bali berada pada peringkat terendah Nasional yaitu 8% .

Meskipun Bali ada pada peringkat terendah namun masih harus tetap berupaya menurunkan sampai 6% di tahun 2024.

Kita ketahui bahwa stunting tidak dapat diobati tapi dapat dicegah agar tidak ada lagi anak yang lahir stunting, maka upaya percepatan penurunan stunting dimulai dari HULU yaitu dari remaja,calon pengantin , ibu hamil dan bayi dibawah dua tahun.

Program Remaja putri dengan pemberian tablet tambah darah sudah berjalan namun program pemeriksaan calon pengantin yang belum bisa dilaksanakan khususnya di Bali. Ini terlihat dari hasil survey capaian pemeriksaan calon penganti untuk Bali sebesar 5,3%, terendah nomor dua di Nasional. Kondisi ini menjadi PR bagi Satgas Stunting Provinsi Bali untuk mengetahui kondisi di 9 kabupaten/Kota melalui forum koordinasi, rembuk stunting, mini lokakarya dan FGD.

Dari pemantauan langsung ke Kabupaten/Kota maka peran Desa Adat sangat  penting dalam upaya menghimbau calon pengantin untuk memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas sebelum menikah.

Kita ketahu bahwa Bali sangat terkenal dengan adat dan budayanya,dan umat hindu yang akan melaksanakan  upacara pernikahan harus melapor ke Desa Adat setempat (Kelian adat/Prejuru) minimal satu minggu sebelum upacara untuk memohon upasaksi pada hari H.

Aturan ini akan kami jadikan model dan Inovasi “Peran Desa Adat Di Bali dalam upaya percepatan penurunan stunting dari Hulu “.

dr Ayu Witriasih,M.Kes,SpKKLP selaku Koordinator Program Manajer Satgas Stunting Provinsi Bali  mengatakan bahwa  kami yakin upaya ini akan mampu meningkatkan capaian pemeriksaan calon pengantin agar  calon ibu dalam kondisi sehat sehingga  melahirkan anak yang sehat,cerdas dan produktif.

Untuk itu BKKBN Provinsi Bali  mengadakan kesepakatan bersama  (MOU) dengan  Majelis Desa Adat ( MDA ) Provinsi Bali selaku mitra kerja Pemerintah Daerah untuk meningkatkan peran serta Desa Adat dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pencatatan dan seruan pemeriksaan kesehatan calon pengantin ke puskesmas sebelum upacara pernikahan.

Penguatan peran MDA dalam bentuk surat penegasan menghimbauan keseluruh  Desa Adat di 9 Kabupaten/kota sesuai dengan tujuan MDA untuk mewujudkan kesukretan krama/warganya. (ayu)

TAGS :

Komentar