Mobil Layanan Disdukcapil Di Bulfest Diserbu Warga

Mobil Layanan Disdukcapil

Redaksi9.com - Mobil layanan administrasi kependudukan yang disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng di area Buleleng Festival (Bulfest) mendapat respon positif warga Buleleng. Setiap harinya, selama pelaksanaan Bulfest ke-7 ini, ratusan warga mengantre untuk mengurus administrasi kependudukannya.

 

Seperti terpantau pada Jumat (9/8) malam, ratusan orang menunggu giliran dipanggil oleh petugas pelayanan. Ratusan warga itu tidak saja mencari Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetapi ada juga yang mengurus Kartu Keluarga (KK), Akte, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

 

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Buleleng, Setyo Herlambang, menuturkan, setiap harinya pihaknya sebenarnya tidak membatasi jumlah penerbitan dokumen kependudukan yang dillayani pada mobil layanan. Namun, khusus untuk pencetakan KTP terpaksa dibatasi hanya sampai dengan 125 keping. Hal itu mengingat kapasitas alat cetak pada mobil layanan yang sangat terbatas.

 

“Sebenarnya kapasitas cetak dari jam 5 sore sampai jam 9 malam paing efekktif hanya 75 keping, itu sudah maksimal. Namun untuk hari ini, atas perintah pimpinan, layanan kami tambah sampai dengan 125 keping KTP,’’ terang Herlambang.

 

Herlambang menambahkan, dari sejumlah 125 keping KTP yang diterbitkan itu, pada mobil layanan hanya mampu dicetak sebanyak 75 keping saja. Sedangkan sisanya terpaksa dicetak di kantor Disdukcapil Buleleng. Adapun untuk dokumen lainnya, seperti KK, Akte, dan KIA tidak dibatasi pencetakannya.

 

“Jumlah pencari KK, Akte, dan KIA memang lebih sedikit bila dibandingkan dengan pencari KTP. Blanko yang kami sediakan biasanya pasti tersisa setiap harinya,” tambahnya.

 

Ditanya terkait pelayanan yang baru dibuka pukul 17.00 dan berakhir pukul 21.00 wita, dia menyebutkan bahwa hal itu dilakukan karena pegawai yang bertugas juga harus memberikan pelayanan di kantor pada pagi harinya selama jam kerja. Kendati demikian, pihaknya siap bekerja lembur demi memberikan pelayanan kepada warga.

 

Menurut alumni STPDN ini, hambatan yang dihadapi selama memberikan pelayanan biasanya masalah gangguan jaringan internet. Bila terjadi gangguan pada jaringan tersebut, lanjutnya, pencetakan dokumen kependudukan tidak bisa dilakukan. Sehingga untuk mencetak dokumen yang diminta oleh warga terpaksa dilakukan di kantor Disdukcapil Buleleng, dan baru bisa diambil pada hari berikutnya.

 

“Selain masalah jaringan sebenarnya kami tidak ada masalah. Untuk perangkat alat cetak semua berfungsi dengan baik,” papar mantan Kasi Pembangunan Kecamatan Seririt ini, seraya menyebutkan bahwa jumlah keping KTP masih aman selama membuka layanan di Bulfest.

 

Sementara itu, salah satu warga, Ketut Setia mengungkapkan, dirinya lebih memilih mencari KTP dengan memanfaatkan mobil layanan yang ada di arena Bulfest karena terbentur kesibukan di pagi hari. Dia mengaku harus bekerja dari pagi hingga sore hari, sehingga waktu sore sampai malam hari dimanfaatkannya untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan.

 

“Sekarang saya hanya bisa mengurus KTP istri saja, karena katanya satu orang hanya bisa satu KTP saja setiap harinya. Mungkin besok saya ke sini lagi untuk mencetak KTP saya,” kata pria asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar ini.  (ang)

Komentar