Kenali Penyakit Autoimun

penyakit autoimun


Pertanyaan:
Dokter, saya punya keluarga, ada yang sering mengalami nyeri dan bengkak sendi.  Ada bercak-bercak merah dan badan sering panas naik turun. Pertanda penyakit apa itu? Terimakasih.

Kartika Dewi, Denpasar


Jawaban:
Salah satu gejala pada tubuh seseorang yang wajib diberi perhatian adalah apabila sering mengalami nyeri dan bengkak-bengkak sendi utamanya dialami di beberapa sendi baik sisi tubuh bagian kanan maupun kiri. Ada gejala klinis sering sebagai tanda awal munculnya penyakit autoimun pada seseorang.
Apalagi bila pembengkakan dan nyeri sendi ini disertai gejala konstitusional lainnya seperti,  badan sering demam naik turun, rambut menipis rontok, ada ruam-ruam memerah di kulit wajah, bercak kebiruan di kulit tungkai, berat badan menurun dan beberapa gejala klinis yang sepatutnya dicurigai.
Khususnya gejala tambahan berupa ujung-ujung jari tangan yang dingin dan terdapat perubahan warna menjadi putih pucat, namun bila diperhatikan pada bagian telapak tangan masih hangat peristiwa ini dalam dunia medis disebut fenomena Raynaud.


Gejala klinis radang sendi, fenomena Raynaud dan adanya gejala konstitusional lain harus segera mendapat pemeriksaan intensif ke dokter. Pada pasien yang memiliki gejala seperti di atas perlu dilakukan penulusuran ke arah penyakit autoimun dalam hal ini penyakit autoimun Lupus Eritematosus Sistemik (Lupus) dan penyakit autoimun Sklerosis Sistemik. Pasien penyakit autoimun di kedua jenis ini kebanyakan penderitanya adalah perempuan usia muda yaitu remaja dan dewasa muda.


Penyebab penyakit autoimun baik lupus maupun sklerosis sistemik sampai saat ini tidak diketahui. Penelitian di dunia kedokteran membuktikan secara ilmiah, pasien autoimun telah membawa gen yang salah semenjak lahir namun tidak diturunkan, sehingga penyakit autoimun bukanlah penyakit keturunan. Tiga faktor pada seseorang yang memungkinkan penyakit ini muncul atau menunjukkan manifestasinya adalah adanya faktor genetik, dipicu oleh faktor lingkungan yang tidak sehat, dan faktor pola makan dan minum yang merusak pertahanan permukaan usus disebut sebagai peristiwa disbiosis. Peran ketiga faktor ini berlangsung bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang pada akhirnya muncul sebagai penyakit autoimun.
Dokter Ahli Penyakti Dalam RS Manuaba
dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR, M.Kes, FINASIM.

 

Komentar