Perjuangan Utami Dwi Suryadi Lolos ke  DPRD Bali 

Utami Dwi Suryadi

Redaksi9.com - Setelah perjuangan melelahkan, akhirnya, Utami Dwi Suryadi caleg dari Partai Demokrat akhirnya berhasil lolos dalam Pileg 2019 dan kembali melenggang ke rumah rakyat di DPRD Provinsi Bali, Renon. 
Ada kisah mengharukan dituturkannya, saat berbincang dengan redaksi9.com, kemarin.  Ia mengaku, perjuangan untuk periode ini sangatlah berat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Untuk periode ketiga ini ia benar-benar menguras otak, tenaga,  dan dana agar bisa kembali lolos.  “Kalau periode sebelumnya, saat saya masimakrama, sekali datang, sudah bisa diterima. Sedangkan, periode kali ini, saya harus datang ke tempat yang sama sampai tiga kali, bahkan lebih, hanya  untuk menyakinkan mereka agar memilih saya,” ujarnya.
Menurut Utami, kondisi suara partai Demokrat yang menurun, juga memberikan andil  perjuangannya semakin berat.  Apalagi, dengan berbarengan antara pileg dan pilpres tentu akan sangat berpengaruh untuk partai yang tidak mendukung calon tertentu. 
“Saat masimakrama, tiap hari saya bisa datang ke 7 tempat. Mulai berangkat dari pagi sampai subuh jam 3 baru pulang ke rumah,” ujarnya.
Ia menyadari, dari awal ikut pencalonan anggota legislatif mulai dalam periode pertama, sudah dianggap sebelah mata. Pertama, karena ia disebut bukan asli putra daerah, kedua karena ia perempuan, dan ketiga  di Dapil Denpasar  tidak kekurangan tokoh  yang mumpuni dan mampu dalam segala hal. 
Namun, kondisi ini, tak membuat goyah tekadnya untuk berjuang. Ia justru merasa tertantang dan jengah, dan ingin membuktikan, bahwa dia mampu dan layak. 
Dalam pileg 2019, ia memiliki banyak relawan, bahkan sampai 1000, kadang, ia nongkrong sampai subuh bersama mereka, memetakan strategi pemenangan.
Namun, ada satu hal yang diyakininya. Dalam benaknya, ia yakin, pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik,  dan sesuai prediksinya, ia sudah memetakan kemenangannya. Ketika hasil pleno di empat kecamatan ia ketahui, Partai Demokrat mendapatkan satu kursi. Jumlah suara yang ia terima sekitar  16 ribuan lebih, atau seperti prediksinya sekitar 17 ribu suara.
Namun, ia mengaku miris, sebelum pleno, tak banyak wartawan yang mempercayainya kalau dia memiliki data. Apalagi, banyak opini beredar di masyarakat karena ada yang mengklaim, data mereka  sudah valid. Namun, keberuntungan ternyata berpihak padanya.  Ternyata prediksinya tak melenceng. Ia bersyukur atas kemenangannya ini, sekaligus ia anggap sebagai berkah hadiah ulangtahunnya di bulan Mei, yang ke -56 tahun. 
 Setelah kemenangan ini, ada harapan besar yang ia ingin perjuangkan. Ingin menuntaskan program jaminan kesehatan  bagi masyarakat sejalan dengan program  Gubernur Bali.
 Ia berharap, semua warga Denpasar dapat menikmati jaminan kesehatan. Ia akan berjuang  melalui anggaran nasional dan daerah. 
Selain itu, ia juga ingin fokus di dunia pendidikan. Ia menilai, dengan sistem zonasi masih banyak kelemahannya. Salah satunya, banyak anak-anak yang tinggal di daerah perbatasan wilayah, tidak mendapatkan sekolah negeri. Padahal bisa saja sekolah tersebut lebih dekat dengan rumahnya.  
Ia juga ingin fokus untuk melanjutkan perjuangan menyuarakan kepentingan perempuan dan anak. Apalagi, ia menilai, kasus-kasus perempuan dan anak terus saja berkembang dan semakin  kompleks sehingga perlu atensi lebih. (Ira)


 
 

Komentar