Peserta Konferensi OWHC Tandatangani "Denpasar Komitmen"

Peserta Konferensi Internasional OWHC melakukan penandatanganan "Denpasar Komitmen".

Redaksi9.com - Pertemuan International Conference Organitation World Heritage City (OWHC) telah melakukan kesepakatan di kemas dalam "Denpasar Komitmen" bersama 13 negara delegasi OWHC dan tujuh kota yang masuk anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Sebanyak 13 negara delegasi menandatangani kesepakatan termasuk tujuh anggota JKPI. Di antaranya Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali kota Kazan Evgenia Lodvigova, Wali kota Bolgar Kamil Nugaev, Wakil Wali kota Shakhirisabz Ulugbek Rakhimov, Wakil Wali kota Nizhnekamsk Elvira Dolotkazina, dan Wakil Walikota Osh Emil Tulenbaev.

Selain itu juga Kepala Pulau Kota Sviyazhsk Artem Silkin, Wakil Wali Kota Jambi dr. Haji Maulana, Wakil Wali Kota Surakarta Dr. Achmad Purnomo, Wakil Wali Kota Bau Bau Laude A. Monanse serta Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Penandatangani ini disaksikan Sekjen UCLG Eurasia Regional Cordinator of OWHC, Rasikh Sagitov, dan Sekjen OWHC, Dennis Richard.

Dalam kesepakatan tersebut terdapat beberapa poin penting dalam keberlanjutan pelestarian pusaka budaya kota. Diantaranya usulan kepada Sekretariat Jenderal OWHC untuk mengadakan sesi khusus tentang heritage turism pada setiap kongres dunia OWHC yang melibatkan para profesional pariwisata, akademisi, dan departemen pariwisata pemerintah dari wilayah anggota sebagai ekosistem untuk heritage tourism yang berkelanjutan.  

Sekjen OWHC, Denish Ricard mengatakan bahwa masuknya kota-kota dalam anggota OWHC ini tidak saja memiliki kawasan "heritage", tapi mampu melakukan pelestarian secara berkelanjutan. Pimpinan daerah juga harus memiliki komitmen tinggi dalam pelestarian budaya dengan melakukan langkah-langkah strategis pelestarian keberadaan warisan budaya.

Kota Denpasar memiliki komitmen yang tinggi dalam pelestarian budaya. Hal ini juga atas dukungan dan komitmen pimpinan daerah yakni Wali Kota Denpasar Rai Mantra dalam kegiatan pelestarian warisan budaya yang ada. Tidak hanya menjaga keberadaan warisan budaya, tapi di Kota Denpasar juga melakukan langkah pendidikan kepada generasi muda dalam pelestarian budaya. Seperti halnya melaksanakan berbagai lomba-lomba dan kegiatan berkesenian berkaitan dengan pelestarian budaya.

"Setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinan memiliki kewajiban untuk ikut menjaga warisan budaya, 'Heritage dan Tourism' itu penting, saya sangat bangga  dengan hal itu, kota ini sangat konsisten dengan tourism heritage, sehingga hal ini dapat menjadi wahana edukasi peradaban di masa depan, dan hal ini harus mendapat dukungan semua pihak termasuk wartawan yang tentunya dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk ikut menjaga warisan budaya," katanya.

Sementara Wali kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konfrensi OWHC Eurasia IX Tahun 2019. Momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata.

Ia mengatakan keberadaan pariwisata di Kota Denpasar wajib memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal yang bergerak dalam balutan ekonomi kreatif.

"Momen internasional ini tentunya dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal di Kota Denpasar sebagai heritage city, dan warisan budaya yang tangguh merupakan modal utama dalam pengembangan Heritage Tourism," katanya.(kis)

Komentar