DPRD Bali Sosialisasikan Raperda Desa Adat di Bangli

Nyoman Parta

Redaksi9.com - Sebagai sarana untuk mempermudah adminitrasi Desa Adat dan untuk mempermudah dalam pencatatan warga di Desa Adat, DPRD Bali merencanakan tentang adanya Kartu Tanda Adat (KTA) untuk warga asli yang berasal dari Desa. Tidak hanya Kartu Keluarga Adat, Dewan Bali juga akan merancangkan pencatatan Adat bagi para pendatang dari luar Desa.

 

"Kartu itu (KTA) untuk warga asli yang berasal dari Desa Adat, sedangkan nanti akan ada tanda tercatat dan bukan kartu dimana warga yang berasal dari Desa luar maka harus tercatat di Desa Adat tempat mereka tinggal sekarang," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Partha saat menghadiri acara kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi Raperda Desa Adat  di Kabupaten Bangli, Minggu (17/3) pagi.

 

Lebih lanjut, Nyoman Partha menyampaikan bahwa pencatanan warga yang berasal dari luar desa oleh Desa Adat adalah untuk mempermudah proses pendataan, namun untuk masalah ngayah atau kegiatan dari Desa Adat maka warga tersebut tidak terikat dan tanpa ada keharusan. Tujuan dari diadakannya kartu dan pencatanan tersebut diungkapkan bahwa agar warga lebih tertib dan pihak dari Desa Adat mengetahui siapa saja warga asli dari Desa dan luar desa, KTA sendiri akan berbentuk seperti kartu KK atau KTP. (cat)

Komentar