Pemuda Desa Nongan Usung "Ogoh-Ogoh" Buta Kala Menyeramkan

Pemuda-pemudi (sekaa teruna) Desa Pakraman Nongan mengusung "Ogoh-Ogoh Buta Kala"

Redaksi9.com - Sekaa Teruna-Teruni (kelompok pemuda) sejak petang sudah bersiap mengusung "Ogoh-Ogoh" atau boneka raksasa Buta Kala menyeramkan untuk mengelilingi Desa Nongan, Karangasem, Bali pada "Malam Pangerupukan" Hari Raya Suci Nyepi Saka 1941 Tahun 2019.

 "Ogoh-Ogoh" yang dibuat atas kreatifitas kelompok pemuda desa pakraman setempat dengan berbagai bentuk, di antaranya raksasa, rangda, butakala dadu dan lain-lain.

Kelompok pemuda Desa Pakraman Nongan dengan memakai kostum adat sudah siap-siap akan mengarak boneka raksasa tersebut untuk keliling desa, sejak petang hari, karena "Ogoh-Ogoh" tersebut sebagai simbol untuk "somya" atau menetralisir roh-roh jahat yang gentayangan di alam semesta ini untuk tidak menganggu umat manusia.

"Karena itu, dengan melakukan keliling desa arak-arakan 'Ogoh-Ogoh' tersebut bertujuan untuk menetralisir roh jahat itu agar tidak menganggu umat manusia. Sehingga esok hari yang merupakan Hari Suci Nyepi dengan jalan "bratha penyepian" akan di tahun baru akan lebih baik," kata Bendesa (Kepala) Adat Nongan, I Gusti Ngurah Wiryanata.

Ngurah Wiryanata mengatakan "Ogoh-Ogoh" yang dibuat para pemuda tersebut sebagai bentuk pengajawantahan kreatifitas seni. Namun tidak bertentangan dengan sastra agama Hindu, karena itu wujud dari boneka raksasa tersebut wajahnya harus menyeramkan.

"Bentuk dan wajah dari 'Ogoh-Ogoh' semuanya menyeramkan. Filosofinya dari bentuk yang menyeramkan tersebut setelah diarak keliling desa selanjutnya pada malam hari dibakar di "setra" atau kuburan desa setempat. Sehingga secara spiritual bahwa roh jahat yang menganggu alam semesta dimusnahkan dan dikembalikan ke asalnya," katanya. (kis)

 

Komentar