Minum Teh Ada Aturannya

Longjin teh

Teh dikenal sebagai minuman yang amat digemari  siapa saja.  Teh sangat nikmat diminum kapan saja, apalagi saat udara dingin karena  mampu menghangatkan badan. Namun, Anda harus meminum teh sesuai aturan agar  bermanfaat bagi tubuh. Seperti apa?

Menurut Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar Ida Ayu Eka Padmiari, SKM.,M.Kes., teh adalah minuman yang mengandung kafeina, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman camellia sinensis dengan air panas.

Istilah "teh" juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan, dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.

Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh olong, teh hijau, dan teh putih.

Teh merupakan sumber alami kafeina, teofilin dan antioksidan dengan kadar  lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.  Teh mengandung kafeina sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir,  teofilin, dan teobromin dalam jumlah sedikit. 

Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.

Ia menyebutkan, konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun. Kondisi ini masih jauh di bawah negara-negara lain walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh nomor lima di dunia.

Ia mengatakan, teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. “Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi,” katanya.

Ia mengatakan, teh ternyata memberikan dampak yang baik saat dikonsumsi pagi hari. Para ahli bahkan menganjurkan minum teh saat sarapan. Secangkir teh ternyata bukan hanya menenangkan dan menyegarkan, minuman dari pucuk daun teh ini juga punya banyak khasiat. Manfaat positif yang bisa didapatkan jika mengonsumsi teh di pagi hari, mampu mengusir stress. “Kalau merasa stres dan banyak pikiran, cobalah menikmati segelas teh hangat. Sebuah penelitian yang dilakukan UCL menunjukkan jika teh bisa mengusir hormon stres pada seseorang,” kata Ahli Gizi dari Poltekes Denpasar ini.

.Ia menyatakan, walaupun teh   bermanfaat untuk kesehatan, namun, teh memiliki beberapa efek negatif.  “Minum teh sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap terhadap zat besi sebanyak 64%. Pengurangan daya serap zat besi sebanyak 64% karena mengonsumsi teh ini lebih tinggi dibanding minum segelas kopi setelah makan. Minum segelas kopi setelah makan hanya mengurangi daya serap zat besi sebesar 39%,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengurangan daya serap tubuh terhadap zat besi itu dikarenakan adanya zat tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein, albumin, polifenol, dan vitamin. Tanin berperan mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang termasuk dalam kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, kacang-kacangan  dan sayur-sayuran. Hal ini mengakibatkan seseorang akan mengalami anemia (kekurangan darah) bila daya serap zat besi kurang dalam tubuh. “Kesimpulannya, meminum teh sesuai aturan akan bermanfaat untuk kesehatan, sedangkan konsumsi teh yang berlebihan dan tidak tepat waktu akan merugikan kesehatan Anda,” sarannya.  

Ia menyarankan, jangan minum terlalu pagi. Minum teh hijau dengan perut kosong di pagi hari dapat menimbulkan efek buruk pada hati karena kandungan katekin yang tinggi di dalamnya. “Anda bisa meminum secangkir teh hijau di sela-sela waktu makan, misalnya dua jam sebelum atau sesudahnya untuk memaksimalkan asupan nutrisi dan penyerapan zat besi, ujarnya.

Minumlah teh sebelum olahraga.  Teh hijau dapat membakar lebih banyak lemak karena kafein di dalamnya. Kafein dapat menikngkatkan energi sehingga Anda bisa berolahraga lebih lama. (ira)

 

Komentar