Sri Aemi Kembangkan Bakat Tari Anak Tuna Rungu

Sri Aemi

Mereka sama. Mereka adalah anugerah. Kami sedikit lebih sempurna dari mereka dan kami tak pernah sulit berkomunikasi karena hati yang menyatukan. Demikian diungkapkan Sri Aemi, tentang ketertarikannya  membina anak-anak Tuna Runggu di Sanggar Sandi Muni Kumara.

Tak ada yang lebih melegakan bagi Sri Aemi dan suaminya, I Made Lila Arsana, selain melihat anak-anak tuna rungu didikan mereka mampu menari.

"Gerakan mereka indah, menyatu dengan musik. Tidak ada bedanya dengan penari-penari lain yang bukan penyandang disabilitas. Malah ketika mereka menari, tak ada yang tahu mereka tuna rungu," kata Aemi.

Kepedulian Aemi kepada penyandang tuna rungu berawal ketika dia remaja, ia memiliki tetangga  seorang tuna rungu. Ia prihatin dengan kondisi tetangganya itu. Dari sanalah, ia kemudian tertarik mengambil jurusan pendidikan luar biasa di IKIP Surabaya.   Ia kuliah di dua kecacatan yakni tuna grahita dan tuna rungu.

Menurut Aemi, dari awal niatnya tulus membantu para penyandang disabilitas. Saat mengajar, hatinya menyatu dengan mereka, menjadikan mereka seperti sahabat dan saudara. Bagi Aemi, sudah menjadi garis Tuhan ketika ia harus bersama anak-anak yang memiliki kelemahan pada pendengaran.  Sejak 2004, ia menjadi guru sekolah luar biasa (SLB) Negeri 2 Sidakarya. Istri I Made Lila Arsana ini  tak pernah lelah membangkitkan rasa percaya diri pada anak-anak.

"Saya selalu menekankan kepada mereka agar tidak minder. Paras mereka ayu dan ganteng. Bahkan, kemampuan berkesenian mereka melebihi anak normal. Mereka mukjizat," tuturnya.

Komentar