IDI Denpasar Harapkan Warga tak Panik dan Khawatir Hadapi Covid-19

Ketua IDI Denpasar, IGA Ngurah Anom

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar, Bali, dr. IGA Ngurah Anom mengharapkan kepada warga tidak panik dan khawatir melihat angka perkembangan kasus pandemi Covid-19.

"Kami harapkan kepada masyarakat tidak langsung menyimpulkan dari angka kasus tersebut penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar tidak terkendali. Hal ini dikarenakan wilayah yang terdapat pasien positif Covid-19 sudah langsung diisolasi oleh satgas desa dan kelurahan setempat," kata Ngurah Anom di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan walau wilayah desa berwarna merah kasus pandemi COVID-19, bukan berarti seluruh wilayahnya terjangkit, melainkan hanya titik tertentu dan sudah langsung di telusuri serta diisolasi

Menurut Ngurah Anom, kondisi ini wajar bila hanya melihat angka dan membandingkan angka tersebut dengan wilayah sekitar. Meningkatnya kasus positif secara signifikan merupakan akibat terdeteksinya kasus positif atas kebijakan tes cepat berkelanjutan (tes swab) yang dilakukan secara masif.  Karena tes secara masif tersebut berkaitan dengan upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Denpasar.

“Dengan diketahui siapa yang positif Covid-19, maka akan diketahui juga siapa-siapa yang (dicurigai) berpotensi akan terkena ataupun menularkan Covid-19 (OTG, ODP, dan PDP) melalui penelusuran kontak," ujarnya.

Baca juga: Gunakan Masker dengan Tepat Cegah Penularan COVID-19

Baca juga: Bertambah 30 Orang, Total 967 Pasien Covid Sembuh

Menurut dia, langkah yang diambil Pemkot Denpasar dalam menangani Covid-19 sudah sesuai prosedur ketetapan (protap) penanganan COVID-19, yakni melakukan tes secara masif dan penelusuran secara agresif. Namun hal ini harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat di masyarakat.

Ngurah Anom menjelaskan, bahwa keberhasilan penelusuran dan kejujuran orang yang positif akan menentukan terkendali atau tidaknya penyebaran Covid-19 di Denpasar. Kasus positif yang diketahui rekam jejaknya akan mempermudah penanganan sehingga penyebarannya dapat dikendalikan demikian pula sebaliknya.

"Terjadinya kasus positif yang tak diketahui sumbernya, besar kemungkinan dapat terjadi akibat kurang maksimalnya kinerja dalam menelusuri yang juga dipengaruhi oleh ketidakjujuran orang positif dalam memberikan keterangan, jadi kejujuran masyarakat sangatlah penting," ujarnya

Terhadap kasus positif yang tidak diketahui sumbernya, Ngurah Anom menegaskan bahwa hal ini perlu mendapat perhatian lebih serius karena memiliki potensi penyebaran Covid-19 yang tidak dapat dikendalikan.

"Kami sarankan jika masih ada kasus positif yang belum ditemukan sumber penyebarannya, agar melaksanakan karantina wilayah, karena sejauh ini karantina wilayah menjadi alternatif terbaik untuk memutuskan kasus dengan kondisi pasien positif yang tidak diketahui sumbernya, katanya. (rls)

TAGS :

Komentar