PHDI Bali Panggil ISKCON dan Hare Krishna terkait Polemik di Medsos

Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr. I Gusti Ngurah Sudiana (dua kanan)

Redaksi9.com - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI Provinsi Bali segera memanggil international Society for Khrisna Conciousness (ISKCON) dan Hare Krishna untuk menindaklanjuti polemik yang viral di media sosial (medsos) akhir ini.

PHDI Provinsi Bali melakukan rapat bersama Perwakilan Paruman Sulinggih, Ida Agung Bhagawan Hyang Anulup Pemecutan Manuaba hingga Pengurus PHDI Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota di Bali, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan Hindu, di antaranya PSN Korwil Bali, Prajaniti Bali, PPI Bali, PD KMHDI Bali dan Peradah Bali, di Kantor PHDI Provinsi Bali, Selasa, demikian siaran pers dari PHDI Bali diterima Rabu (1/7).

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan beberapa keputusan selain mengagendakan pemanggilan terhadap ISKCON dan Hare Krishna untuk mengklarifikasi polemik yang viral di medsos.

"PHDI Provinsi Bali sepakat membentuk tim mediasi, Pengkaji Polemik Masalah Sampradaya, kemudian melakukan koordinasi dengan kejaksaan masalah status Hare Krishna dan kami di PHDI Provinsi Bali juga secara intensif melakukan koordinasi dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali untuk mengkomunikasikan hubungan antara Sampradaya Hare Krishna, ISKCON dengan bendesa adat," ujarnya.

Ngurah Sudiana lebih lanjut mengatakan setelah pemanggilan Hare Krishna, dan ISKCON akan juga mengundang beberapa pihak yang mempermasalahkan keberadaan Hare Krishna. Selanjutnya, PHDI Provinsi Bali juga meminta penjelasan PHDI Pusat mengenai Sampradaya dan ormas Hindu.

Ngurah Sudiana juga mengimbau semua pihak yang menyampaikan masukan agar menghindarkan hujatan dan kata-kata yang mendiskreditkan dan tetap damai, walaupun ada perbedaan pandangan soal-soal tertentu tentang agama Hindu.

"Sebagai penutup, kami mengharapkan agar umat Hindu tidak mudah terpancing untuk melakukan ujaran kebencian kepada sesama umat," katanya. (rls)

TAGS :

Komentar