Kasus Pedofilia Diadukan ke DPRD Bali

LSM Solidaritas Warga Anti Pedofilia mengadukan kasus ke anggota DPRD Bali

Redaksi9.com - Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Solidaritas Warga Anti  Pedofilia (SWAP) mengadu dan menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Bali terkait terjadinya kasus pedofilia di Bali

Pendamping hukum SWAP  Siti Sapurah  menyampaikan terkait telah terjadi kasus pedofil di Bali pada kurun waktu 2015, namun sampai saat ini kasusnya tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu, masyarakat yang tergabung dalam SWAP  ingin memberikan masukan kepada anggota DPRD Bali.

"Kalau ini dibiarkan secara terus menerus. Apalagi ada dugaan dilindungi oleh tokoh masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan kasus itu bisa terjadi lebih banyak memakan korban terutama anak-anak laki," ujar Siti Sapurah yang akrab dipanggil Ipung.

Pada kesempatan tersebut, rombongan yang tergabung dalam SWAP diterima anggota Komisi IV DPRD Bali Made Dauh Wijana dan  Utami Dwi  Suryadi, di gedung DPRD Bali, Rabu, (7/2)

Ipung mengatakan telah terjadi kasus pedofilia atau pelecehan seksual (sodomi) terhadap anak-anak yang terjadi rentang waktu tahun 2015 di kompleks pasraman di Klungkung.

Ia menuturkan pada waktu itu ada anak-anak penghuni ashram tersebut menimpa kekerasan seksual yakni oknum pimpinan ashram melakukan sodomi, Bahkan kasus itu sempat beredar dipublik. Namun tiba-tiba lambat-laut menghilang.

"Saat itu memang ada guru besar psikiater yang memberikan perlindungan, bahkan oknum tersebut berjanji tidak akan mengulangi lagi, dan bahkan dokumennya dipegang profesional itu," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, kedatangannya ke DPRD bersama rombongan ingin menyampaikan aspirasi telah terjadi kasus tersebut. Dan menanyakan sudah sampai dimana?

Sementara itu, anggota DPRD Dauh Wijana didampingi  Utami Dwi Suryadi mengharapkan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak boleh ke depannya terjadi. Semua warga harus melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan keluarganya sehingga hal yang tak diinginkan terjadi.

Ia mengatakan pihaknya akan membantu memasilitasi terkait kasus yang terjadi empat tahun lalu itu. Dengan demikian diharapkan kasus tersebut bisa dituntaskan di Bali.

"Kasus pelecehan seksual anak tidak boleh terjadi lagi. Begitu juga kasus-kasus lainnya harus dituntaskan. Kasus pedofilia adalah kejadian seperti "gunung es" dipermukaan memang kelihatan sedikit, bahkan tidak ada. Tapi di balik itu ternyata banyak sekali kasusnya yang tak terungkap," ujar politikus asal Kabupaten Gianyar.

Utami Dwi Suryadi menambahkan, kasus ini agar segera dituntaskan, sehingga ke depannya bisa diberantas. Tidak boleh lagi anak-anak menjadi korban pedofilia.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak berwajib secepatnya, setelah mendengarkan aspirasi dari LSM. Dan semua elemen masyarakat harus mendukung langkah-langkah yang diambil terkait kasus tersebut," katanya. (Kis)

Komentar