Plus Minum Suplemen

Pertanyaan :

Saya ibu dua anak, usia 35 tahun. Saya tidak ada keluhan apa. Tapi agar badan tetap fit saya minum suplemen penambah darah setiap hari. Apakah berbahaya?
Dewi, Mengwi, Badung.

Jawaban:
Jangan pernah membiasakan diri minum suplemen jika tubuh kita tidak benar-benar memerlukan. Mengapa? Suplemen memang memiliki beberapa kelebihan seperti, mengandung nutrisi spesifik sesuai kebutuhan dan efek yang ditimbulkan juga relatif cepat. Suplemen memang baik untuk menjaga kesehatansecara umum.

Namun, suplemen juga memiliki kekurangan seperti bentuk kimia tidak alami karena produksi harus besar. Biasanya, kata dia, kandungan suplemen biasanya tinggi dan risiko toksisitasnya tinggi.

Suplemen diperlukan apabila dalam keadaan tubuh mengalami defisiensi atau kekurangan nutrisi. Defisiensi nutrisi pada tahap awal sering tidak menimbulkan keluhan atau gejala klinis, jadi hanya bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Jika hasilnya rendah, maka suplementasi wajib diberikan sampai kadar dalam tubuh normal. Pada kondisi normal seperti kehamilan, menstruasi, menopause, vegetarian atau usia lanjut, maka suplemen dapat diberikan berdasarkan pertimbangan medis, oleh karena kebutuhannya meningkat.

Suplemen awalnya dibuat dengan tujuan untuk terapi pada kekurangan nutrisi, namun dalam perkembangannya, justru banyak suplemen yang dibuat untuk tujuan lain seperti menurunkan berat badan, meningkatkan konsentrasi, mencegah penuaan atau meningkatkan daya tahan tubuh. Padahal, kata dia, apabila asupan nutrisi sudah kuat atau gizi seimbang maka mengonsumsi suplemen tidak akan memberikan efek apapun. Hal ini biasanya dikenal dengan istilah “plasebo efek” artinya minum atau tidak minum efeknya sama saja. Beberapa efek samping suplemen berlebihan yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, kesulitan tidur, kram otot, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan ginjal, kegemukan, kecemasan, penumpukan racun dalam tubuh atau sampai kematian.

Efek kelebihan konsumsi suplemen mengakibatkan, beta karoten meningkatkan risiko kanker paru. Kelebihan vitamin E meningkatkan risiko gangguan prostat. Kelebihan fosfor menghambat penyerapan kalsium. Kelebihan kalsium meningkatkan risiko gangguan jantung dan ginjal. Kelebihan
vitamin A D E K meningkatkan risiko toksik karena banyak tersimpan dalam tubuh. Kelebihan asam folat juga meningkatkan risiko kanker.

Kelebihan vitamin C juga meningkatkan risiko batu ginjal. Kelebihan Isolat kedele juga meningkatkan risiko kanker. Begitu juga, kelebihan kreatin
meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Termasuk kelebihan minyak ikan meningkatkan risiko perdarahan.
Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, karena banyak suplemen yang dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Jangka waktu mengonsumsi suplemen harus diperhatikan sesuai kebutuhan sampai defisiensi tertangani. Suplemen tidak bisa menggantikan nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan alami, jadi asupan makan harus memenuhi prinsip gizi seimbang. Bijak dalam memilih dan mengonsumsi suplemen.

Tubuh memerlukan nutrisi dalam jumlah tertentu, misalnya kebutuhan vitamin C 60mg/hari. Jadi apabila diberikan dalam dosis tinggi maka sisanya akan dibawa kemana oleh tubuh. Tubuh selalu berupaya menjaga keseimbangannya, jadi apabila berlebih maka sisanya dapat dibuang keluar tubuh atau justru
disimpan dalam tubuh, yang berati juga akan menambah kinerja organ tubuh tertentu. “Perlu dicatat bahwa suplemen bukanlah obat untuk mencegah dan mengobati jenis penyakit tertentu,” tegasnya.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai peran penting makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan tergantikan oleh suplemen. Karena pada dasarnya, sumber gizi yang bersifat alami dan berasal dari makanan lebih baik daripada yang didapatkan dari suplemen.

(Dokter Ahli Gizi Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, dr. I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi).

Komentar