Persiapan Balingkang Kintamani Festival 2019

Panitia Balingkang Festival 2019 melakukan jumpa pers dengan awak media di Griya Santrian Sanur

Redaksi9.com -  Dalam rangka  ‘Balingkang Kintamani Festival 2019’ Pantia dan Stakeholder Pariwisata menggelar seminar di Hotel Gerya Santrian Sanur, Rabu (30/1).

Selaku ketua Panitia Balingkang Festival, IB Agung Partha Adnyana mengatakan, gelaran Festival yang pertama kali digelar ingin menunjukkan sisi akulturasi budaya. Untuk dapat menggairahkan kembali kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali.

Mengangkat Festival bernilai budaya, untuk mendatangkan hal yang berkualitas. Mencoba menunjukkan sisi lain. “Konjen Tiongkok yang sangat mendukung sekali kegiatan ini, menuju Bali sebagai destinasi terbaik buat wisatawan Tiongkok,” ujarrnya.

Ia mengatakan, festival ini nanti sebagai bukti menunjukkan wisata budaya, dengan mengangkat  Romeo dan Juliet ala Bali yaitu kisah Dalem Balingkang, antara Raja Jaya Pangus dan Putri China Kang Cing Wie dan IB Sri Danu.

Lebih lanjut Partha menuturkan bahwa anggaran kegiatan ini sangat minim, tetapi, banyak dukungan dan bantuan dari tokoh Tionghoa Bali, dimana menjadikan kegiatan bisa dilakukan efisien dan efektif.

“Meskipun dengan dana yang minim, promosi juga digencarkan secara digital. Pihaknya pun menyebar 3000 undangan turis Tiongkok untuk hadir nantinya tanggal 6 Februari 2019. Dukungan juga dari Jro Duuran Batur dan masyarakat Batur, ASITA Bali, pemerintah Provinsi Bali, dan stakeholder,” paparnya.

Partha berharap Festival ini bisa berlanjut tahun depan, dengan dukungan masyarakat, stakeholder serta ‘Taksu’ dari Kintamani sendiri kegiatan bisa berjalankan dan kedepan lebih sempurna.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Agung Yuniartha  mengatakan kegiatan ini merupakan gagasan dari industri pariwisata bersama Pemerintah Provnsi Bali untuk membangkitkan wisatawan Tiongkok.. Mengingat kondisi kunjungan wisatwan Tiongkok sekarang sangat menurun.walaupun kunjungan turis Tiongkok masih berada di ranking pertama.

Selain itu, Yuniartha juga menepis kalau dirinya mendengar bahwa wisatawan Tiongkok bahwasannya tidak suka wisata adat istiadat itu tidak benar. “Wisatawan Cina dikatakan tidak suka berwisata adat istiadat itu merupakan persepsi salah,” tegasnya.

Dengan diadakannya Balingkang Kintamani Festival ini, dirinya berharap peningkatan kunjungan turis Tiongkok lebih besar.

Membacakan sambutan Gubernur Bali, Ia menatakan, Gubernur menyambut baik seminar Balingkang Kintamani Festival 2019 ini. Dikatakan Gubernur, bahwa akulturasi budaya yang sejak lama sudah terjalin antara Bali dengan Tiongkok, terbukti dengan penggunaan uang kepeng di Bali (pis bolong), dilihat dari seni ukiran Bali, terdapat patra Cina, penggunaan lampu lampion ketika ada upacara memukur di Bali.

“Interaksi akulturasi budaya sudah berjalan intens sejak zaman bali Kuna,  dan Gubernur berharap seminar ini dapat memberi kontribusi terkait usai  Balingkang Festifal 2019 Februari nanti.

Lebih lanjut Yuniartha memaparkan meskipun acara yang digagas mendadak, pihaknya tetap optimis dengan berpikir positif, Festival nanti pasti bisa terlaksna. Kedepan pegelaran bisa lebih besar dari sekarang dan lebih berkualitas.

“Kedepan kegiatan akan lebih sempurna dan terus menerus akan digelar secara continue, terlebih Jro Gde Duuran dan masyarakat setempat sangat mendukung  kegiatan ini,” ucapnya. (ira)

Komentar