Dinas Pariwisata Buleleng Terima Penghargaan THK Awards

Kadek Andriana Dersen saat menerima penghargaan (kanan)

Redaksi9.com - Tahun 2018, banyak penghargaan diterima  Dinas Pariwisata Buleleng yang menunjukkan keberhasilan dalam mengelola pariwisata di Buleleng (Bali Utara) berdasarkan pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam dan budaya.

Salah satu penghargaan tersebut adalah penghargaan Tri Hita Karana Awards (THK Awards) dalam bentuk sertifikat dan piala emas. Penghargaan bergengsi ini menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata Buleleng telah menerapkan nilai-nilai filosofi THK dalam mengelola pariwisata di Bali Utara (Denbukit).

Selain keberhasilan memenangkan sertifikat dan piala emas, Kantor Pariwisata Buleleng pada saat yang sama melalui salah satu karyawannya, Kadek Andriana Dersen, berhasil mencapai tempat ketiga dalam kompetisi Hubungan Masyarakat Bali (PR) dalam versi YTHK Bali 2018. Kadek Andriana Dersen adalah staf yang sangat andal dalam memajukan dunia pariwisata di Buleleng. Berbekal segudang pengalaman baik di tingkat domestik maupun asing, terutama di sektor pariwisata ditambah dengan tekad serta niat yang kuat dan tulus untuk kembali ke rumah dan memajukan desa asal, ia mendapat dukungan besar dalam mendorong kemajuan pariwisata Buleleng pada tahun 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna, dengan semangat NEKAT, singkatan Bahasa Indonesia untuk Niat (N), Efisien dan Efektif (E), Kreatif (K), Aktif (A), Dewa (T)) dan konsep 5331 (5 = Panca Craddha (lima prinsip dasar dalam kepercayaan Hindu), 3 = Tri Hita Karana (tiga konsep harmoni), 3 = Tri Kaya Parisudha (tiga perilaku yang harus disucikan) dan 1 = Tat wam asi –Thou Seni itu) akan berusaha keras untuk bekerja dan mengembangkan sektor pariwisata di Buleleng sehingga disinkronkan dengan pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan oleh pemerintah, seperti dengan membangun jalan pintas dan bandara di Bali Utara.

Untuk secara bertahap mengembangkan pariwisata Buleleng pada tahun 2019 dan membuatnya sejalan dengan pembangunan infrastruktur, Dinas Pariwisata Buleleng telah merencanakan terobosan yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di Dinas Pariwisata dan di masyarakat terutama di desa pariwisata dan di daerah tempat wisata. Sumber daya manusia yang berkualitas harus dipersiapkan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga sejalan dengan pembangunan infrastruktur dalam mendukung kemajuan pariwisata.

“Dalam memajukan sektor pariwisata di Buleleng, selain membangun infrastruktur seperti jalan pintas untuk memperpendek jarak perjalanan Singaraja-Denpasar dan bandara, pengembangan sumber daya manusia harus terus dilakukan secara bertahap dan tertib sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas mampu menjawab tantangan pariwisata dengan semua dinamika. Hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitas kita dapat mengembangkan pariwisata Buleleng dalam hal semua potensi wisata yang ada, ”katanya.

Selain itu, ia juga mengundang semua komponen untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanpa henti untuk menghadapi tantangan. Untuk mengembangkan pariwisata Buleleng pada tahun 2019, kita harus bersama-sama menerapkan Sapta Pesona atau tujuh pesona berdasarkan semangat Tri Hita Karana yang menunjukkan filosofi kehidupan masyarakat Bali.(der)

Komentar