Cegah Virus Corona Makin Meluas, Pawai Ogoh-ogoh dan Tajen Dilarang

Sekda Dewa Indra

Redaksi9.com – Gubernur Bali I Wayan Koster akhirnya melarang pawai  ogoh-ogoh yang biasa digelar pada malam sebelum hari raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 26 Maret 2020 mendatang.

Larangan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 267/01-B/HK/2020 tertanggal 20 Maret 2020. Instruksi ini ditujukan kepada para bupati dan walikota seluruh Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) seluruh Bali, Majelis Desa Adat (MDA) seluruh Bali para bendesa adat atau para kelian seluruh Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Satgas Penanggulangan Corona Virus Disease (covid-19), Dewa Made Indra di Gedung Gajah, Jayasabha dalam konferensi pers yang dilakukan secara live streaming, Jumat (20/3).

Menurut Dewa Indra, hal itu dilakukan semata-mata untuk menahan laju penyebaran covid-19 di Provinsi Bali.

Dewa Indra mengharapkan masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Pemerintah telah bekerja serius, masyarakat mohon bekerja sama dengan pemerintah untuk menghindari polemik yang dapat memperkeruh suasana.

Ia berharap, Bupati/Walikota se Bali, dan seluruh perangkat adat dan Desa Adat agar melaksanakan dan mengawasi instruksi ini dengan disiplin dan tanggungjawab.

Selain itu, Gubernur juga mengeluarkan Surat Edaran kepada semua masyarakat untuk menghentikan kegiatan keramaian, termasuk sabung ayam atau tajen yang melibatkan orang banyak.

Imbauan soal tajen itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 730/8125/Sekret tentang pembatasan kegiatan sambung ayam (tajen). (ira).




TAGS :

Komentar