Perempuan "Multitasking", Tak Lupakan Tugas Sebagai Ibu

Kadek Weisya Kusmiadewi

Redaksi9.com - Peran perempuan  saat ini sebenarnya tidak ada yang berbeda dengan peran ibu di zaman dulu. Ibu berperan mengayomi, mendidik, dan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Hanya, untuk di zaman sekarang, di zaman teknologi 4G, gadget mempengaruhi cara pikir dan perkembangan pendidikan anak-anak. Hal tersebut diungkapkan,  Kadek Weisya Kusmiadewi, Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Karangasem. 

Ia menilai, dengan kecanggihan teknologi, juga memberi dampak positif atau malah negatif. Di sanalah peran ibu dituntut lebih 'aware' tentang ancaman di balik kecanggihan teknologi seperti gadget.

Namun, menurutnya, seorang ibu juga bisa mengambil serta mengolah manfaat dari kecanggihan teknologi itu. Misalnya, menggali informasi tentang bagaimana caranya membimbing perkembangan anak-anak, bagaimana kita menyikapi secara 'wise' jika ada permasalahan muncul dalam keluarga. "Dalam era teknologi 4G ini, seorang ibu dituntut lebih 'aware' tentang dampak dari gadget. Sekaligus juga harus memiliki wawasan luas dengan ilmu pengetahuan dan kecerdasan sebagai landasan dalam berucap, bersikap serta berkreasi khususnya pada dunia digital," katanya. Selain itu, kata dia, ibu cerdas akan menghasilkan anak cerdas. Seorang ibu adalah perempuan cerdas yang bisa belajar dimana pun dan tidak ada waktu yang membatasi. 

Menurut Dewi,  perempuan itu unik dengan segala kemampuannya. Perempuan itu juga dikenal multitasking, bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan.

Ia mengatakan, perempuan mempunyai peran penting dalam bidang perekonomian, politik, pendidikan, dan dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tentunya perempuan merupakan aset bangsa yang dapat berkontribusi sesuai kababilitas serta kemampuannya di segala bidang.

Sekarang ini, banyak perempuan duduk di pemerintahan dan perusahaan dengan posisi atau jabatan penting dalam memutuskan suatu kebijakan. Perempuan mulai berani tampil sebagai pemimpin, berani tampil di depan untuk menyuarakan pendapatnya. Karya-karya yang inovatif banyak bermunculan dan diciptakan oleh perempuan dan hal itu dapat terlihat di setiap daerah di seluruh Indonesia.
Untuk itu, negara punya kewajiban  melindungi dan memenuhi hak -hak perempuan.

Ia berharap, jangan ada diskriminasi lagi. Selalu diingat tentang apa yang ditulis oleh R.A Kartini bahwa, sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa.
"Bagi seorang ibu, kebahagiaannya adalah ketika melihat anak-anaknya dan suaminya berhasil meraih apa yang dicita-citakan. Dan di hari ibu ini, saya berharap dan sekaligus mendoakan semoga semua anak dan para ayah mampu memberi kebahagian tersebut. Bahagiakan ibumu, maka dimuliakanlah hidupmu," imbuh istri Wakil DPRD Bali, Nyoman Suyasa ini (ira). 

TAGS :

Komentar