Bayi Perlu Dipijat untuk Perkembangan Otaknya

Bayi Perlu Dipijat untuk Perkembangan Otaknya

Redaksi9.com - Bayi umur di bawah dua tahun perlu mendapat sentuhan pijatan dalam upaya meningkatkan tumbuh kembang bayi tersebut," kata Bidan Puskesmas Kecamatan Denpasar Selatan, Bali Luh Putu Koriawati, A.Md Keb.

"Bayi umur di bawah dua tahun perlu mendapatkan pijatan dalam upaya meningkatkan tumbuh kembang bayi. Selain itu juga dengan sentuhan pijat akan memperlancar perkembangan sel otaknya. Sebab pada seumur ini perkembangan otak mencapai 80 persen," kata Koriawati di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan pada kegiatan kali ini, pihaknya melakukan edukasi kepada ibu-ibu hamil, dengan harapan mereka saat melahirkan sudah bisa melakukan langkah tersebut kepada bayinya.

Kali ini kami melatih sebanyak 52 orang ibu hamil untuk bisa melakukan pijatan bayi, dengan harapan ke depannya ketika punya bayi bisa melakukan hal tersebut.

Selain itu, kata bidan Koriawati, pihaknya ke depan sudah membuka program kelas pijat bayi kepada ibu-ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi. Tujuannya dengan adanya kelas pijat bayi, nanti bisa menjadi teladan kepada ibu hamil lainnya di sekitar mereka.

"Ini juga sebagai implementasi ilmu yang saya dapatkan pada pelatihan pijat bayi yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan di Jakarta baru-baru ini," kata bidan kelahiran Kabupaten Bangli tahun 1977.

Sebelumnya, kata Koriawati, pihaknya juga menyelenggarakan kegiatan edukasi dan perawatan kehamilam kepada ibu hamil dalam asupan gizi yang mencukupi sehingga tidak sampai bayi yang dilahirkan mengalami kerdil atau tubuh pendek (stunting).

"Mengamati kasus stunting (tumbuh balita dengan tubuh pendek) di Indonesia mencapai 20 persen berdasarkan data dari Kemenkes. Karena itulah kami selalu melakukan edukasi kepada ibu hamil agar kasus tersebut tidak sampai menimpa bayi yang dikandungnya," katanya.

Ia mengatakan kasus stuntuing pada masa kehamilan ada tiga penyebab, yakni faktor genetik keturunan, gizi buruk, penyakit infeksi serta faktor lingkungan.

"Kasus stunting tersebut bisa dicegah sejak dini, karena itu perlu pemahaman tentang kesehatan dari para ibu hamil. Oleh karena itulah kami melakukan kegiatan edukasi yang berkaitan stunting," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan edukasi sudah dilakukan sejak tahun lalu dengan kegiatan sebanyak tiga kali. Dan tahun pihaknya juga melaksanakan sebanyak tiga kali.

Sementara itu, Bussiness Representatif Kalbe Nutritionals, I Wayan Gede Pramadika mengatakan para ibu hamil sangat penting mendapatkan nutrisi tambahan saat kehamilan.

"Terkait edukasi yang dikemas dalam 'talkshow' tersebut akan dilakukan berkesinambungan, termasuk mendapatkan edukasi mengenai asupan gizi yang mencukupi bagi ibu hamil. Salah satunya dengan mengkonsumsi nutrisi Lovamil juga bisa mencegah stunting," katanya.

TAGS :

Komentar