Unik, Perang "Ketipat Pasil" di Pura Balang Tamak Nongan

Upacara Ritual Piodalan di Pura Balang Tamak Nongan

Redaksi9.com - Sebuah tradisi unik dan sakral perang "Ketipat Pasil" di Pura Balang Tamak, Desa Pakraman Nongan, Kabupaten Karangasem, Bali pada "panglong pisan Purnama Kawulu" digelar saat panyineban upacara ngusaba di pura setempat.

Ritual perang "Ketipat Pasil" (ketupat basi) ini digelar setiap tahun sekali di Pura Balang Tamak Nongan. Dalam kegiatan tersebut "pengempon" pura itu sudah menyiapkan ketupat yang dibuat sebelum upacara ritual digelar. Sehingga keberadaan ketupat saat perang sudah sangat basi.

"Ketupat yang sudah basi ini nantinya akan dijadikan sarana perang 'Ketipat Pasil'. Dalam kegiatan ritual perang-perangan itu, layaknya ada dua kubu berbeda oleh warga setempat. Masing-masing kubu terlebih dahulu 'merampas' tipat pasil tersebut saat 'Ida Betara Sesunan' melakukan upacara 'malebar' di Jaba Tengah Pura Balang Tamak," ucap Jero Mangku Arya.

Ia menuturkan, setelah "Ida Betara Sesunan" Balang Tamak berajak dari prosesi upacara "malebar", kedua kubu bersiap-bersiap melakukan strategi perang "Ketipat Pasil". Kedua kubu itu pun saling serang dengan melemparkan ketupat basi tersebut ke lawan.

"Biasanya mereka saling serang hingga habisnya 'amunisi' ketupat basi tersebut. Bahkan ceceran ketupatan yang dijadikan sarana perang-perangan tersebut, warga pun menunggu untuk dipunggut kembali oleh warga pengempon pura yang selanjutkan akan disemaikan di kebun atau di ladang mereka. Dengan harapan berkah itu nantinya menjadi lebih subur dan bermanfaat," ujarnya.

Mangku Arya mengatakan ritual perang "Ketipat Pasil" sebagai ungkapan puji syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) atas anugerah telah memberi kesuburan dan panen yang berlimpah di wilayah subak Pura Balang Tamak.

Keberadaan Pura Balang Tamak diempon sedikitnya tujuh subak di wilayah Desa Pakraman Nongan. Pura ini berada di Desa Nongan (sekitar 52 km arah timur laut Kota Denpasar atau tepatnya menuju Pura Agung Besakih dari arah Kota Klungkung).

Pura tersebut memiliki sejarah dan mitologi yang unik "Pan Balang Tamak". Sehingga berangkat dari mitos itu banyak para peneliti untuk tertarik melakukan riset mengenai keberadaan Balang Tamak. Bahkan saat ini tarian sakral yang berkaitan dengan keberadaan Pura Balang Tamak, yakni "Tari Rejang Pala dan Baris Kumbang" sedang dilakukan rekonstruksi sebagai tarian sakral untuk pelestarian budaya Bali. (kris)

Komentar