Konsumsi Buah dan Sayur 6 Porsi Sehari

biasakan makan buah dan sayur dengan ukuran yang benar

Redaksi9.com -  Warna pada buah dan sayur bukanlah sekadar pembeda jenis antara buah dan sayur yang satu dengan lainnya. Lebih dari itu, menurut  Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Denpasar Ida Ayu Eka Padmiari, S.K.M. M.Kes, warna dalam buah dan sayur  merupakan informasi kandungan nutrisinya.

Buah dan sayur  berwarna merah tua bahkan hampir mendekati ungu umumnya mengandung anthocyanin yakni sejenis antioksidan yang mampu menghambat terbentuknya gumpalan dalam pembuluh darah, sehingga risiko penyakit jantung dan stroke, berkurang. Contohnya, cherry, blackberries, blueberries, plum, prem, anggur merah dan ungu, terong ungu, apel merah, kol ungu, pir merah dan cabai merah.


Buah berwarna merah mengindikasikan kandungan antosianin dan likopen. Antosianin berguna untuk mencegah infeksi dan kanker kandung kemih, sedangkan likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar Anda tidak mudah pikun. Selain itu, likopen juga mencegah bermacam-macam penyakit kanker. Sedangkan warna merah pada sayuran menandakan sayuran itu mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker.  Contohnya, semangka, stroberi, tomat dan jambu biji merah. Sedangkan sayur berwarna merah kol merah dan bayam merah.


Buah berwarna jingga mengandung betakaroten. Di dalam tubuh betakaroten berfungsi untuk menghambat proses penuaan dan meremajakan sel-sel tubuh.  Selain itu juga, betakaroten yang ada di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A yang akan memacu sistem kekebalan, sehingga tidak mudah terserang penyakit.  "Jenis sayuran berwarna jingga, ubi jalar, labu kuning dan wortel. Buah berwarna jingga adalah melon jingga, pepaya, aprikot, mangga dan jeruk," jelasnya.


Buah berwarna kuning kaya akan kalium, unsur nutrisi yang sangat bermanfaat untuk mencegah stroke dan jantung koroner. Sedangkan jenis sayuran yang berwarna kuning diyakini ampuh memerangi katarak, serangan jantung, dan stroke. Contohnya, belimbing, nanas, pisang.
Buah berwarna hijau banyak mengandung asam alegat yang ampuh menggempur berbagai bibit sel kanker. Asam alegat membantu menormalkan tekanan darah. Sedangkan sayuran berwarna hijau banyak mengandung vitamin C dan B Kompleks. Selain itu juga besar kandungan zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, betakaroten, dan serat. Kekurangan sayuran berwarna hijau menyebabkan kulit jadi kasar dan bersisik.


Buah dan sayur berwarna hijau,  alpukat, melon, anggur hijau, bayam, caisim, sawi hijau, bokcoi, brokoli dan daun singkong.


Sayur berwarna hijau merupakan sumber kaya karoten (provitamin A). "Semakin tua warna hijaunya, maka semakin banyak kandungan karoten-nya. Kandungan beta karoten pada sayuran membantu memperlambat proses penuaan dini mencegah resiko penyakit kanker, meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan komplikasi yang berkaitan dengan diabetes. Sayuran yang berwarna hijau tua, kangkung, daun singkong, daun katuk, daun papaya, genjer dan daun kelor," ujarnya.


Ia mengatakan, buah dan sayur berwarna putih meskipun hanya sedikit mengandung antioksidan, namun kandungan serat dan vitamin C relatif tinggi. Selain ampuh menjaga kesehatan sistem pencernaan, sayuran berwarna putih dapat meningkatkan  ketahanan tubuh.  "Sayuran berwarna putih, taoge, kol, kembang kol, sawi putih, rebung, dan jamur, kol dan kembang kol. Sedangkan buah berwarna putih antara lain sirsak, duku, kelengkeng, dan leci.


Ia menyarankan, buah dan sayur yang harus dikonsumsi tiap hari 6-8 porsi, yang terdiri dari 3-4 porsi sayur dan 3-4 porsi buah. Satu porsi beratnya 100 gram.

 

Komentar